RSUP Adam Malik Medan Berusaha Pisahkan Kembar Siam

Bayi Kembar Siam (Antara/Septianda Perdana)

Oleh: / WBP | Minggu, 8 Oktober 2017 | 14:35 WIB

Medan- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, saat ini masih berusaha untuk memisahkan bayi kembar siam dempet perut, Fahira-Sahira yang kondisi fisiknya kelihatan terus mengalami penurunan.

Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting di Medan, Minggu (8/10) mengatakan bayi kembar siam tersebut, terus mendapat perawatan intensif di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan.

Ia menjelaskan, bayi kembar itu, dirawat lebih kurang selama enam bulan di ruangan VIP RSUP Adam Malik.

Bayi kembar siam tersebut, menurut dia, ditangani tim dokter ahli RSUP Adam Malik, dan diketuai oleh Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K), sekretaris tim dokter adalah dr Rizky Adriansyah SpA (K) dan tim dokter lainnya, yakni dr Erjan Fikri SpBA.

"Tim dokter tersebut, terus memantau perkembangan dan kondisi kesehatan bayi kembar siam itu," kata Masahat.

Sebelumnya, Ketua tim dokter penanganan bayi kembar siam, Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) mengatakan, telah memberikan antibiotik dan juga memindahkan Fahira-Sahira ke ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Kemudian, tim dokter akan menunggu hasilnya selama 72 jam. Ia mengatakan, hal itu dilakukan oleh tim dokter, sebagai indikator, dalam pengambilan keputusan pemisahan bayi kembar siam itu.

"Tim dokter, juga sudah menyiapkan tiga rencana, yakni plan A, plan B, dan plan C, untuk pemisahan bayi tersebut," ujar Guslihan.

Ia menjelaskan, plan A, adalah rencana pemisahan elektif, yakni pemisahan dengan menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi.

Mengenai rencana B, akan memisahkan segera jika bayi Sahira dalam keadaan darurat (emergency dying) atau mengalami gagal hidup. "Kita pisahkan tanpa menunggu 72 jam," katanya.

Sedangkan rencana C, pihaknya memisahkan kedua bayi saat keadaan darurat dan kedua bayi diusahakan hidup. Meskipun salah satu bayi akan mengalami kondisi lebih buruk.

"Plan C ini, kita pisahkan dan keduanya diharapkan hidup, namun tanpa tissue expander atau tidak menunggu dua hingga tiga bulan," ucap Guslihan.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT