Perbakin: 500.000 Peluru Impor Akan Distribusikan ke 33 Provinsi

Bambang Soesatyo (Antara)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / JAS | Minggu, 8 Oktober 2017 | 15:49 WIB

Jakarta - Persatuan ‎Olahraha Menembak Indonesia (Perbakin) mengumumkan baru saja menerima barang impor berupa satu kontainer amunisi 9 mm dari Korea Selatan. Ditegaskan bahwa impor itu sudah disetujui dan sah, serta akan dilakukan bertahap untuk didistribusikan ke pengurus Perbakin di 33 daerah.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Hukum dan Disiplin Anggota Pengurus Besar (PB) Perbakin, Bambang Soesatyo.

Peluru impor itu tiba di Dermaga TPK Koja Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 6 Oktober, dengan diangkut Kapal MV Hyundai Supreme V. 076S.‎ Peluru yang diimpor PT Bintang Cakra Kencana ditempatkan di sebuah kontainer 20 kaki (feet).

Peluru tersebut diimpor dengan dasar berbagai surat-menyurat. Yakni Surat Izin Impor Kapolri nomor SI/5882/VII/2017 tanggal 17 Juli 2017 untuk Bambang Triatmojo, Ketua Umum PB Perbakin‎. Lalu Surat Rekomendasi Impor Kabais TNI nomor R/1178/VIII/2017 tanggal 8 Agustus 2017.

"Peluru tersebut diimpor dalam rangka mendukung latihan atlet Perbakin guna mengikuti kejuaraan menembak Bascot VI Shooting Championship & Expo pada 5 sampai 29 Oktober," kata Bambang, Minggu (8/10).

Selain itu, kejuaraan lainnya adalah di Filipina pada 13 sampai 26 Oktober 2017.

Setelah diturunkan dari kapal, peluru lalu dibawa ke gudang PB Perbakin di Jalan Gelora Senayan, Jakarta, untuk dilaksanakan pengecekan secara fisik dan dilanjutkan dengan penyimpanan. Selama proses itu, hadir tim Bais TNI, ‎Tim Baintelkam Polri, Importir, dan Perbakin sendiri.

Dipastikan isi impor adalah 500.000 butir peluru yang dikemas dalam 500 kotak.

"Impor Barang Berbahaya berupa Amunisi oleh PB Perbakin dilaksanakan secara bertahap untuk selanjutnya didistribusikan ke 33 Propinsi anggota Perbakin," kata Bambang.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT