Polisi: Syahrini Dapatkan Layanan Rp 1,3 M dari First Travel

Penyanyi Syahrini memenuhi panggilan Bareskrim terkait kasus penipuan Haji dan Umroh First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, 9 Oktober 2017. (Antara/Muhammad Adimaja)

Oleh: Farouk Arnaz / YUD | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:48 WIB

Jakarta - Penyidik Dit Tipidum membenarkan jika artis Syahrini yang tersangkut kasus First Travel (FT) memang tidak menerima dana tunai dari FT. Namun Syahrini, yang sudah dua kali diperiksa Bareskrim sebagai saksi itu, mendapatkan layanan dari FT senilai Rp 1,3 miliar.

Layanan itu diberikan kepada Syahrini dan 11 anggota keluarganya karena kerja sama antara First Travel dengan artis tersebut.

Hal ini dikatakan Kanit 1 Subdit 5 Bareskrim AKBP Bambang Wijanarko di Bareskrim Polri, Rabu (11/10).

"Syahrini dan FT kan ada perjanjian kerja sama. Dia wajib ikuti kegiatan umrah bersama FT termasuk posting di IG-nya Syahrini sehari dua kali," kata Bambang.

Sebagai balasannya, FT, dalam perjanjian kerja sama itu, memberikan layanan kepada Syahrini dan keluarga berupa paket umrah VIP untuk sebagian rombongan Syahrini.

"Ini senilai Rp 1,3 miliar. Tapi tidak di jelaskan bagaimana perhitungannya sampai bisa ditafsirkan oleh FT (layanan) dalam perjanjian itu hingga senilai Rp 1,3 miliar," sambungnya.

Syahrini memang membayar hampir Rp 200 juta. Tapi itu adalah untuk biaya keluarganya yang tidak tercover dalam perjanjian kerjasama itu.

Memang, Bambang menambahkan, awalnya Syahrini hendak daftar ke FT itu sebagai jamaah umrah VIP dengan bayar sepenuhnya. Tapi tiba-tiba Anniesa Hasibuan (Direktur FT) yang minta kerja sama seperti itu.

"Rp 1,3 M itu nilai yang tertuang dalam perjanjian kerja sama, tapi memang tidak ada diberikan cash apa pun ke Syahrini," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT