Kapolri Minta Isu Impor Senjata Disetop

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian hadir dalam Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura, 13 September 2017. (Mabes Polri)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / FMB | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:57 WIB

Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menegaskan dirinya sudah memerintahkan agar polemik impor senjata untuk Brigade Mobil (Brimob), yang tertahan karena belum mendapat persetujuan dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI,‎ segera ditangani. Ini demi hubungan Polri dan TNI tak terus-terusan berada dalam konflik.

Di hadapan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polemik kasus itu tidak perlu berlanjut. Karena hubungan Polri dan TNIi jadi hal yang jauh lebih penting mengingat keduanya adalah dua pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia mengaku, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga sudah menyampaikan komitmen yang sama dengan dirinya itu.

‎"Saya sudah perintahkan jajaran Polri jangan terpengaruh dengan isu-isu ini. Jangan juga ada pihak ketiga yang goreng isu ini sehingga hubungan TNI dan Polri jadi terkorbankan. Ini akan rugikan bangsa dan rakyat," kata Tito Karnavian, Kamis (12/10). ‎‎

Sejauh ini, kata dia, kasus itu sudah ditangani oleh tim internal pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto. Yang bersangkutan sudah mengumpulkan para pimpinan terkait, di mana ada 11 instansi yang dipanggil dan itu sudah bicara dalam rapat teknis untuk membentuk tim pengaturan regulasi persenjataan, perizinan, dan lain-lain.

Karena itulah dia mengatakan bahwa polemik mengenai impor senjata api itu tidak menjadi polemik yang berkelanjutan. Semua pihak sebaiknya membiarkan tim internal pemerintah untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi. "Dan nanti tentunya dari Polhukam akan menyampaikan hasilnya ke publik," kata Tito Karnavian.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT