Gunung Sinabung Meletus Lagi

Lava pijar mengalir dari puncak Gunung Sinabung saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, 8 Agustus 2017 dini hari. (Antara/Tibta Peranginangin)

Oleh: Arnold H Sianturi / CAH | Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:24 WIB

Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), setiap hari meletus, Kamis (12/10). Letusan itu disertai guguran awan panas membentuk kolom abu vulkanik dengan ketinggian 2.000 meter, gempa dan menyemburkan lava pijar.

Jarak luncur dari letusan gunung merapi itu mencapai 1.500 meter ke arah Selatan dan 2.000 meter ke arah Timur Tenggara. Letusan itu disertai gempa dengan durasi 266 detik. Erupsi ini pun diprediksi terjadi lagi seiring meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.

Tidak ada korban jiwa akibat letusan itu, sebab masyarakat dari beberapa desa yang sudah biasa menghadapi bencana. Masyarakat dibantu aparat penanggulangan bencana langsung mengungsi ke lokasi pengungsian yang sudah dipersiapkan pemerintah.

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan abu menyelimuti beberapa desa akibat erupsi Gunung Sinabung tersebut. Lokasi desa itu pun sudah kosong dari hunian penduduk di sana.

Ada ribuan masyarakat yang mengungsi akibat erupsi gunung merapi itu. Ada yang sudah direlokasi ke lokasi hunian yang dibangun pemerintah. Namun, masih ada ribuan warga lagi yang menunggu relokasi. Sebab, status gunung ini masih berada di posisi "awas".

Sutopo mengharapkan, masyarakat maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas di kawasan yang masuk dalam zona berbahaya di sana. Lokasi zona merah itu meliputi radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km sektor Selatan - Tenggara.

Selain itu, zona larangan juga masuk dalam jarak 6 km sektor Tenggara - Timur, serta dalam jarak 4 km sektor Utara - Timur Gunung Sinabung. Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar dingin akibat akibat luapan Sungai Laborus.

Menurutnya, pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Sinabung, dan membantu penanganan pengungsi di sana. Terhitung sejak tahun 2013 sampai denhan September 2017, bantuan anggaran sudah mencapai Rp 321,6 miliar.

Jumlah itu sebagai bantuan untuk anak sekolah, jaminan hidup, biaya listrik, air bersih, sewa jambur untuk tempat pengungsian, pembangunan sekolah darurat, MCK, tempat ibadah, sewa rumah, sewa lahan pertanian dan sebagainya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT