Mendagri: Merusak Kantor Sama Saja Menampar Wajah Saya

Tjahjo Kumolo. (Antara)

Oleh: Aichi Halik / AHL | Kamis, 12 Oktober 2017 | 19:57 WIB

Surabaya - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo geram atas peristiwa penyerangan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) oleh sekelompok oknum warga Tolikara, pada Rabu (11/10). Tjahjo menduga ada pihak tertentu yang menggerakkan massa tersebut.

Pelaku yang terdiri dari puluhan orang tersebut mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara, kelompok pendukung calon Bupati Tolikara Jhon Tabo-Barnabas Weya yang kalah pada Pilkada 2017 lalu.

"Itu sudah menampar wajah saya. Merusak kantor sama saja dengan menampar wajah saya. Saya minta diproses secara hukum. Dia sudah salah alamat, apalagi ini adalah haknya MK yang final mengikat. Tapi soal ada kecurangan soal ada gugatan sudah diproses semua. Mudah-mudahan ini tidak berimbas pada yang lain," kata Tjahjo usai menghadiri upacara HUT ke-72 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis, (12/10).

Tjahjo sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia menganggap tuntutan kelompok demonstran itu salah alamat. Padahal, kata Tjahjo, Kemendagri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono sudah dua kali menemui massa tersebut dan menjelaskan secara baik-baik pokok permasalahan yang mereka tuntut.

"Saya menyesalkan. Kemendagri sudah terima mereka dua kali. Dirjen saya menerima terus, tapi ini tidak bisa. Bukan kewenangan Mendagri, apalagi permintaan dia memberikan SK bagi yang kalah, untuk membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), itu kan tidak bisa," kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo meminta aparat menindak tegas penggerak dan pelaku penyerangan hingga mengakibatkan kerusakan tersebut.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT