Komisi III Dukung Polri Evaluasi Penggunaan Senjata Api

Ilustrasi (Istimewa)

Oleh: Yeremia Sukoyo / AO | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:12 WIB

Jakarta - Mabes Polri berencana mengevaluasi penggunaan senjata api oleh anggotanya. Evaluasi dilakukan setelah berbagai kasus yang terjadi terkait penyalahgunaan senjata api, termasuk kasus penembakan yang terjadi di Blora dan Musi Banyuasin. Menyingkapi kondisi ini, Komisi III DPR sebagai mitra kerja dari Polri mendukung penuh langkah dari Mabes Polri terkait upaya tersebut.

"Alangkah baiknya memang harus ada evaluasi (penggunaan senjata api) agar kasus yang belakangan tejadi tidak terulang kembali," kata anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Jakarta, Kamis (12/10). Politikus Partai Nasdem itu menuturkan dalam evaluasi terhadap penggunaan senjata api, Polri perlu melakukan langkah yang konkret.

Salah satunya melaksanakan uji tes psikologi serta mental bagi anggota polisi bila akan mendapatkan senjata api. "Ujian seperti itu harus dilakukan agar mengetahui sekaligus mengukur sejauh mana anggotanya memahami penggunaan senjata api dan harus dilakukan secara menyeluruh baik dari Sabang sampai Marauke," ucap Sahroni.

Dirinya berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, apalagi bila melibatkan anggota polisi di luar tugasnya. Oleh karena itu, harus ada perubahan agar Korps Bahayangkara tidak kembali tercoreng dengan kasus yang sama.

Sebelumnya, Mabes Polri akan mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggotanya. Langkah demikian dilakukan menyusul terjadinya insiden penembakan tiga anggota Brimob di tempat penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, baru-baru ini.

"Setiap ada kejadian pasti kami evaluasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto. Tiga anggota Brimob menjadi korban dalam penembakan di lokasi penambangan, yakni Brigadir Budi Wibowo, Brigadir Ahmad Supriyanto, dan Brigadir Kepala Bambang Tejo. Di lokasi penembakan pun ditemukan senjata api tipe AK101.

Sebelumnya, pada Senin (9/10), Brigadir Dua Azan Fikri ditemukan tewas di dalam mobilnya di Tunggal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin. Terdapat luka tembak di bagian kepala anggota Kepolisian Resor Musi Banyuasin itu. Dugaan sementara yang bersangkutan bunuh diri.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT