Berantas Calo Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi Optimalkan Aplikasi "Ogan Lopian"

Dedi Mulyadi. (Antara)

Oleh: Fana Suparman / AO | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:52 WIB

Jakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi berkomitmen memberantas percaloan tenaga kerja di daerah yang dipimpinnya. Langkah yang diambil, salah satunya dengan memerintahkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Purwakarta untuk mengirimkan data lowongan pekerjaan di perusahannya secara digital.

Nantinya, informasi mengenai lowongan kerja itu masuk dalam aplikasi layanan publik "Ogan Lopian" yang sudah dapat diunduh oleh warga melalui play store. Dengan demikian, masyarakat dapat langsung mengakses informasi lowongan kerja secara online dan real time.

“Per hari ini saya sudah minta kepada seluruh perusahaan di Purwakarta agar mengirimkan data lowongan pekerjaan dalam bentuk digital kepada kami. Karena akan kami masukan ke dalam aplikasi 'Ogan Lopian', salah satu menu dalam aplikasi tersebut adalah 'Sampurasun Bursa Kerja',” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (12/10).

Pria yang kerap mengenakan kemeja putih dan peci hitam itu optimistis melalui aplikasi "Ogan Lopian" pemberantasan praktik percaloan dapat dilakukan secara efektif. Selama ini perusahaan hanya mempublikasikan lowongan pekerjaan dalam lingkup yang terbatas sehingga menyuburkan praktik pencaloan. Namun dengan aplikasi tersebut, informasi lowongan pekerjaan dapat diakses oleh seluruh masyarakat di Purwakarta.

“Saya kira semuanya harus terbuka agar tidak ada pencaloan. Perusahaan memang selalu memberitahu ada lowongan pekerjaan dalam lingkup kerjanya, tetapi selama ini terbatas di beberapa kalangan saja. Koneksi ini yang akan kita putus. Mata rantai pencaloannya kita putus,” tegasnya.

Secara teknis, Dedi menjelaskan, pelamar cukup mengisi formulir secara online melalui menu "Sampurasun Bursa Kerja" di aplikasi "Ogan Lopian". Selanjutnya, pelamar dapat memberikan berkas administrasi lamaran kepada pihak perusahaan.

“Nah, berkas lamarannya belakangan saja diserahkan kepada perusahaan. Pelamar dianggap sudah melamar kerja di perusahaan tersebut ketika sudah mengisi form di aplikasi,” tandasnya.

Dengan memaksimalkan layanan ini, Dedi pun menyoroti kinerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta yang masih menggunakan cara konvensional dalam publikasi lowongan pekerjaan. Ditegaskan, cara tersebut sudah tidak compatible dengan perkembangan zaman.

“Sudah tidak boleh lagi mempublikasikan lowongan pekerjaan melalui majalah dinding. Disnaker harus sudah mengganti tampilannya, ganti dengan menggunakan layar LED. Di situ ada tampilan 'Ogan Lopian' dan menu 'Sampurasun Bursa Kerja', berikut daftar perusahaan dan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan," tegasnya.

"Ogan Lopian" merupakan aplikasi layanan publik yang dimiliki Pemkab Purwakarta. Selain informasi lowongan kerja, dalam aplikasi ini, masyarakat Purwakarta juga dapat mengakses layanan kesehatan, seperti ambulance on call gratis bernama "Semar" (Safety Emergency Medical Rescue), "Sampurasan Dokter", dan lainnya.

Tak hanya itu, warga juga dapat mengakses layanan destinasi wisata, laporan warga, lokasi penting, "Sampurasan Polisi" dan lainnya. Nama "Ogan Lopian" terinspirasi dari salah satu pusaka milik Batara Kresna dalam kisah pewayangan yang mampu melihat kondisi dan situasi tertentu yang diinginkan.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT