Kapolri: Jika Harga Beras Naik, Negara dan Masyarakat Dirugikan

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian. (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / WBP | Senin, 16 Oktober 2017 | 15:15 WIB

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya turut membantu menjaga stabilitas beras lewat keterlibatan di Satuan Petugas (Satgas) Pangan. Menurut Tito, permainan harga pangan bisa merugikan negara dan masyarakat.

Tito menjelaskan kenaikan harga beras sangat berpengaruh terhadap daya beli mayarakat. Apalagi perputaran uang di bisnis beras per tahun mencapai Rp 500 triliun. "Jadi kenaikan harga beras Rp 1.000 per kilogram (kg) sehari itu berarti hampir Rp 4 triliun," kata Tito berbicara di rapat gabungan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (16/10),

Dia mengatakan, Satgas Pangan berusaha mengendalikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Dengan kehadiran satgas, kerugian negara akibat subsidi bisa ditekan. Selain itu, Satgas Pangan juga menekan kerugian masyarakat yang harus dibayar kalau harga naik. "Dalam dua bulan Satgas menyelamatkan dana ratusan triliun," katanya.

Tito mengatakan, setelah menindak PT Indo Beras Unggul (IBU), pihaknya bersama Kementerian Perdagangan (Kemdag) melakukan sejumlah langkah perbaikan yakni menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras biasa maupun beras premium. "Sebab tanpa HET ini, harga-harga akan jadi liar dan berpotensial menimbulkan pungli (pungutan liar)," katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT