Wapres Yakini Presiden Restui Pengunduran Diri Khofifah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Antara/M Risyal Hidayat)

Oleh: Novi Setuningsih / YUD | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:06 WIB

Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memenuhi permintaan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang hendak mundur dari kabinet kerja karena maju sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur (Jatim).

"Saya baru sekali sebulan lalu (bicara dengan Khofifah), tapi presiden sudah tentu kalau sudah pasti, pasti meloloskan," kata JK, Selasa (17/10).

Kendati begitu JK masih enggan menyebut calon pengganti Khofifah yang akan menduduki jabatan Mensos dalam kabinet kerja.

"Belum mau jadi gubernur masa cari penggantinya. Bukan merombak, (tetapi) mengisi. Nantilah itu nanti lihat kenyataannya dulu lah," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi dinamika jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, JK mengatakan bahwa akan ramai karena dua bakal cagub berasal dari Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karena itu, persaingan yang akan muncul lebih pada internal NU.

"Kalau bicara Jatim, ini menarik, NU sama NU. Jadi nanti persaingannya betul-betul itu head to head. Bagaimana mau bawa isu Jakarta, dua-duanya NU. Bingung mau bikin isu apa. Saya kira itu tidak akan terjadi. Karena semua yang dua-duanya, Azwar (bupati banyuwangi) NU Juga. Jadi mau bikin apa, NU juga," ujarnya.

Namun, JK menyerahkan pilihan kepada rakyat Jatim calon pemimpin mereka.

Sebelumnya, JK mengisyaratkan bahwa reshuffle (perombakan) kabinet akan dilakukan bulan Oktober sesuai dengan batas waktu pencalonan kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Sebagaimana diketahui, tahapan pilkada serentak 2018, dimulai bulan Oktober 2017. Sedangkan, pendaftaran calon kepala daerah dimulai 1 Januari 2018.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT