Aniaya Dokter, Ketua DPRD Lebong Divonis Hukuman Percobaan

Ilustrasi pemukulan. (Istimewa)

Oleh: Usmin / JAS | Kamis, 19 Oktober 2017 | 08:38 WIB

Bengkulu - Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Bengkulu, Teguh Raharjo Eko Purwoto dihukum satu bulan penjara dengan masa percobaan selama tiga bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) setempat, karena terbukti bersalah memukul dokter rumah sakit umum (RSUD) setempat.

Dalam sidang di PN Lebong yang dipimpin hakim tunggal, Zephania, Rabu (18/10) mengatakan, terdakwa secara sah dan menyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan ringan melanggar pasal 352 ayat (1) KUHP.

Atas putusan majelis hakim tersebut, terdakwa tidak menjalani hukuman di penjara, tapi jika dalam waktu selama tiga bulan yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana lain, maka pelaksanaan hukuman akan ditinjau kembali.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Humisar Tambungan menerima vonis dari majelis hakim tersebut, dan tidak melakukan upaya hukum lainnya atau banding ke Pengadilan Tinggi (PT) setempat.

"Klien kami menerima keputusan vonis dari majelis hakim dan tidak melakukan upaya hukum lainya atau banding ke PT," ujarnya singkat.

Dalam sidang tersebut, penyidik Reskrim Polres Lebong selaku kuasa penuntut umum menghadirkan lima saksi, di antaranya korban, dua orang saksi di lokasi kejadian perkara (TKP), dokter yang mengeluarkan visum dan sopir terdakwa.

Di hadapan hakim, korban menjelaskan sebelum kejadian dirinya tengah menangani pasien anak yang hidungnya kemasukan lintah. Sesaat kemudian datang pelaku sembari menanyakan apakah ada dokter yang menangani pasien tersebut.

Pertanyaan terdakwa dijawab oleh salah seorang dokter RSUD Lebong, Sigit. "Saya dokter, ini dokter, ini dokter," ujar korban mengingat kembali kejadian tersebut.

Mendengar jawaban itu, terdakwa dengan nada tinggi bertanya kepada korban, apakah Anda tersinggung dan dijawab korban tidak. Tidak lama kemudian terdakwa menampar pipi kiri korban.

Di hadapan majelis hakim terdakwa menyesal atas perbuatan tersebut, tapi tetap bersih kukuh dirinya tidak melakukan pemukulan terhadap korban. Sebagai bentuk penyesalan terdakwa sudah melakukan perdamaian secara kekeluargaan.

"Jadi, jauh sebelum kasus ini bergulir ke pengadilan saya sudah berupaya melakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Ini membuktikan dirinya beriktikad baik menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Teguh Raharjo Eko Purwoto sesuai sidang mengatakan, sangat menghargai keputusan hakmi tersebut.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT