Tak Pandai Bahasa Indonesia, Saksi Korupsi E-KTP Dipersilakan Ngopi

Ketua Majelis Hakim kasus dugaan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Narogong, Jhon Halasan Butar Butar (tengah), mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (20/10). Ketua DPR Setya Novanto yang dijadwalkan menjadi saksi persidangan tidak hadir dalam sidang kasus dugaan korupsi KTP elektronik tersebut. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Oleh: Fana Suparman / JAS | Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:26 WIB

Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda pemeriksaan terhadap Marketing Advisor PT Selaras Korin Pratama, Shin Chen Ho yang dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat (20/10). Hal ini lantaran Shin Chen Ho yang berkewarganegaraan Korea Selatan kesulitan untuk berbahasa Indonesia.

Mulanya, Shin Chen Ho dengan tegas mengaku mengenal Andi Narogong saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butar Butar. Namun, kesulitan Shin Chen Ho terlihat saat hakim Jhon mempertanyakan mengenai hubungan darah antara Shin Chen Ho dengan Andi Narogong.

"Apakah ada hubungan saudara dengan terdakwa Andi?" tanya Hakim Jhon.

Menjawab pertanyaan ini, Shin Chen Ho justru mengaku jarang berhubungan dengan Andi Narogong.

"Ini kok ditanya keluarga jawabnya jarang. Hubungan keluarga kok jarang. Jadi kapan keluarganya?" kata hakim Jhon.

Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengakui Shin Chen Ho dihadirkan sebagai berdasarkan BAP dari penyidik. JPU KPK tak mengetahui keterbatasan kemampuan Shin Chen Ho berbahasa Indonesia lantaran seluruh BAP itu berbahasa Indonesia.

Jaksa pun meminta pemeriksaan atas Shin Chen Ho ditunda hingga sidang berikutnya. Untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap Shin Chen Ho, jaksa berjanji akan turut menghadirkan penerjemah bahasa Korea.

"Baik kepada saksi saudara Shin Chen Ho. Pemeriksaan saudara akan kami tunda. Sebaiknya Anda diperiksa dengan bahasa ibu. Jadi nanti Anda diperiksa dengan bahasa Korea. Nanti Anda akan didampingi oleh penerjemah. Saudara boleh meninggalkan ruangan sidang," kata Hakim Jhon.

"Saya boleh keluar?" tanya Shin Chen Ho.

"Iya boleh. Ngopi-ngopi juga boleh," jawab hakim Jhon.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT