Maruarar: Elektabilitas PDIP Tetap Tinggi Berkat Megawati dan Jokowi

Maruarar Sirait. (Antara)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / AB | Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:08 WIB

Jakarta - Sejumlah lembaga survei menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di posisi teratas apabila pemilihan umum (pemilu) digelar saat ini. Elektabilitas yang tinggi tersebut tidak terlepas dari peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). ‎

Hal itu disampaikan politisi muda PDIP, Maruarar Sirait di Jakarta, Minggu (22/10), seusai menjadi pembicara dalam rilis hasil survei nasional PolMark Indonesia dengan tema "Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019".

Maruarar mengatakan Megawati memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga dan mempertahankan suara partai. Pasalnya Megawati merupakan ideolog partai yang mampu membuat partai tetap solid dan terus-menerus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

"Kemampuan Ibu Megawati menyolidkan dan menjaga Pancasila inilah yang menjadikan PDI Perjuangan masih dicintai dan dipercaya rakyat," kata Maruarar.

Selain itu, figur Presiden Joko Widodo juga memiliki peran yang penting untuk mendongrak elektabilitas PDI Perjuangan. Rakyat masih menaruhkan harapan dan kepercayaannya kepada mantan wali kota Surakarta ini.

"Dari lembaga survei membuktikan masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi. Rakyat juga percaya bahwa Presiden masih berada pada arah yang benar untuk mengubah bangsa ini lebih baik. Jadi bila Bu Mega menyolidkan suara internal, Jokowi menjadi magnet elektoral bagi pemilih di luar PDI Perjuangan," katanya.

PolMark Indonesia melakukan survei terhadap tingkat elektabilitas partai politik. Hasilnya, PDI Perjuangan sebagai partai penguasa masih berada jauh di atas dengan perolehan 25,1 persen, disusul Partai Golkar dengan 9,2 persen, dan Partai Gerindra 7,1 persen.

Posisi keempat diisi PKB dengan 6,3 persen, lalu Partai Demokrat 5,3 persen dan PAN 3,6 persen.

CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, menjelaskan survei nasional tersebut dilaksanakan pada 9-20 September 2017 di 32 provinsi, kecuali Papua dan Papua Barat. Kedua provinsi itu tidak disurvei karena alasan teknis. Survei melibatkan 2.250 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random. Margin of error survei ini sebesar 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 27,1 persen responden memilih PDIP bila pemilu dllakukan pada saat survei. Golkar berada di posisi kedua dengan 11,4 persen, disusul Gerindra 10,2 persen, dan Partai Demokrat 6,9 persen.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT