Penolakan Kunjungan Panglima TNI ke AS Masalah Serius

Jenderal Gatot Nurmantyo. (Antara)

Oleh: Yeremia Sukoyo / PCN | Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:36 WIB

Jakarta- Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mempertanyakan penolakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terkait kunjungan Panglima TNI Gatot Nurmantyo atas undangan Panglima AS.

"Kemlu mendapatkan informasi bahwa penolakan ini akibat masalah internal di pemerintah AS tanpa mendapatkan info lebih lanjut masalah internal apa," kata Hikmahanto, Minggu (22/10) di Jakarta.

Menurutnya, Menlu Retno L Marsudi sudah melakukan hal yang tepat dengan meminta Dubes RI untuk AS mendapatkan klarifikasi atas penolakan tersebut. Selain itu juga meminta agar Wakil Dubes AS di Indonesia yang menggantikan Dubes untuk sementara agar memberikan klarifikasi besok.

"Permasalahan ini bila tidak ditanggapi secara tepat oleh pemerintah AS akan berakibat pada hubungan Indonesia-AS," ucapnya.

Menurutnya, bagaimana mungkin seorang pejabat resmi yang mendapat undangan resmi dari mitranya ditolak untuk bisa datang meski visa telah didapat.

Terlebih lagi pemberitahuan tidak diberikan melalui saluran resmi. Melainkan melalui pemberitahuan maskapai yang akan dinaiki oleh Panglima TNI.

Pemerintah Indonesia pun bila tidak mendapat klarifikasi atau klarifikasi tidak memadai melakukan protes yang sangat keras. Bila perlu memanggil pulang Dubes Indonesia untuk berkonsultasi.

"Bila juga tidak diindahkan bukannya tidak mungkin pemerintah melakukan pengusiran atau persona non grata terjadap diplomat AS," tegasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT