PAN Tanggapi Santai Hasil Survei Polmark

Sekjen PAN Eddy Soeparno (istimewa/Istimewa)

Oleh: Harso Kurniawan / HK | Senin, 23 Oktober 2017 | 00:30 WIB

Jakarta - Lembaga survei Polmark Indonesia merilis hasil survei terbarunya soal elektebilitas partai politik. Dalam survei itu, PDI Perjuangan (PDIP) masih menempati posisi teratas dengan raihan 25,1%, diikuti Golkar 9,2%, Gerindra 7,1%, PKB 6,3%, Demokrat 5,3%, dan PAN 3,6%.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menggapi santai hasil temuan Polmark itu. Menurut dia, elektabilitas PAN pada pemilu 2014 juga hanya berkutat di angka 3-4%. Namun, saat pemilu, realisasi suara mencapai 7%. "Justru hal ini menjadi motivasi dan dorongan untuk kader PAN agar lebih giat lagi untuk bekerja," kata dia di Jakarta, Minggu (22/10).

Dalam survei ini, Eddy melihat PDI Perjuangan yang mengusung Presiden Jokowi masih berpotensi besar untuk melanggeng di Pilpres 2019.
"Tetapi juga kami melihat perubahan di masyarakat saat ini terjadi adanya calon a‎lternatif baru. Jadi peluang Pak Jokowi sangat besar, peluang adanya alternatif baru juga besar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini, partainya sudah diamanatkan untuk mendorong Zulkifli Hasan bertarung di kepemimpinn nasional pada 2019. Dalam hal ini, PAN harus meraih elektabilitas tinggi, sehingga mendorong partai lain untuk bergabung dengan PAN membentuk koalisi untuk mencapai treshold 20%. Setelah itu, akan diputuskan, apakah Zulkifli sebagai capres atau cawapres.

Wawancara survei Polmark dilakukan 9-20 September 2017. Jumlah responden 2.250 orang dengan proporsi imbang (50:50) laki-laki dan perempuan. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,1%. Selain itu, tingkat kepercayaan sebesar 95%.

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT