Proyek Bank Sampah Bintang Sejahtera Raih UID-UNSDSN Award

Proyek Bank Sampah Bintang Sejahtera Raih UID-UNSDSN Award
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri), Manager for SDSN Elena Crete (ketiga kiri), Ketua Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) Mari Elka Pangestu (keempat kiri) dan Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Catharina Widjaja(ketiga kanan), bersama perwakilan pemenang UID-UN SDSN AwardSyawaludin (tengah) dari Bintang Sejahtera Waste Management, pada acara penyerahan UID-UN SDSN Award, di Yogyakarta, Rabu (1/11). ( Foto: Istimewa )
Chairul Fikri / FER Kamis, 2 November 2017 | 10:30 WIB

Yogyakarta - Lembaga internasional yang aktif mengkampanyekan pembangunan berkelanjutan, United Nation Social Development Solution Network (UNSDSN) bekerja sama dengan mitranya, Yayasan Upaya Damai Indonesia (United in Diversity/UID), kembali memberikan penghargaan UID-UNSDSN Award untuk proyek sosial dan ekonomi yang mampu menjadi solusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Melalui seleksi yang ketat, terpilih 3 proyek yang dinilai memenuhi kriteria untuk mendapat nominasi yaitu, proyek pemberdayaan petani cokelat yang dikelola Krakakoa Chocolates, pemberdayaan masyarakat dalam bidang sampah yang dikelola Bintang Sejahtera dan pemberdayaan wanita dalam penggunaan lampu bertenaga matahari (Mothers of Light).

Dewan juri akhirnya memutuskan proyek bank sampah Bintang Sejahtera (waste management) keluar sebagai pemenang dan menerima uang tunai Rp 300 juta dari sponsor PT Gajah Tunggal Tbk, perusahaan industri terbesar yang banyak terlibat dalam proyek lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan, pihaknya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh UID dan UNSDNS dengan pemberian penghargaan ini.

"Penghargaan ini mempunyai arti penting untuk menghargai solusi inovatif yang tumbuh di tengah masyarakat dan dapat berkontribusi terhadap pariwisata berkelanjutan," kata Arief Yahya saat acara pemberian penghargaan bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi pariwisata berkelanjutan, di Yogyakarta, Rabu (1/11).

Menurutnya, melalui proyek ini, semua pihak dapat melihat bagaimana tiga finalis UID UNSDSN Award dapat memiliki penerapan langsung untuk pariwisata. "Bagaimana proyek pemberdayaan petani kakao bisa menjadi contoh agrowisata, bagaimana sistem pengelolaan limbah bisa bekerja sama dengan pelaku dan komunitas pariwisata, dan bagaimana solusi penerangan matahari sederhana bisa memberdayakan banyak desa wisata dan homestay," kata Arief Yahya.

Manager for SDSN, Elena Crete, menambahkan, pihaknya sangat terkesan dengan proyek-proyek yang diinisiatif masyarakat seperti yang masuk dalam nominasi UID-UNSDSN Award 2017 ini.

"Sangat menyenangkan bekerja dengan jaringan profesional pembangunan berkelanjutan yang mengesankan guna mendukung tujuan global kita melalui tindakan lokal. Penghargaan UID adalah contoh dampak yang mungkin terjadi saat para ahli dimobilisasi menuju tujuan bersama," kata Elena.



Sumber: BeritaSatu.com