Mangkir Karena Sakit, KPK Kembali Panggil Istri Setnov

Bakti sosial IIPG diselenggarakan di Jalan Bekasi II, RT 13/04, Kelurahan Rawa Bunga, Jakarta Timur, dengan memberikan kesempatan kepada 200 warga Bukit Duri dalam program layanan kesehatan, dan 50 peserta pelatihan manajemen warung sembako, bekerjasama dengan PKK dan Posyandu di Kelurahan Rawa Bunga. Gelaran Baksos IIPG yang dipimpin langsung oleh Deisti Novanto ini, juga didampingi sejumlah pengurus IIPG Pusat dan IIPG DKI Jakarta. (ist)

Oleh: Fana Suparman / YUD | Selasa, 14 November 2017 | 14:46 WIB

Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melayangkan panggilan kepada Deisti Astiani Tagor, istri Ketua DPR, Setya Novanto. Rencananya, Diesti bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, Senin (20/11).

"Penyidik akan melakukan pemanggilan kembali untuk diperiksa pada Senin depan," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11).

Pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang lantaran Diesti mangkir dari pemeriksaan pada Jumat (10/11) lalu. Melalui surat kepada penyidik, Diesti mengaku tak dapat memenuhi panggilan karena sedang sakit.

"Saksi Deisti Astiani Tagor telah dipanggil untuk agenda pemeriksaan Jumat, 10 November 2017. Yang bersangkutan tidak datang dan mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir karena sakit," katanya.

Dalam surat yang diterima penyidik, Diesti turut melampirkan surat keterangan sakit Aditya Medical Centre. Surat tersebut menjelaskan bahwa Deisti yang juga Ketua Yayasan Komunitas Gerakan Peduli Anak Indonesia (Kugapai) perlu istirahat selama sepekan.

"Surat tersebut ditandatangani dokter pemeriksa Okky Khadarusman," ujarnya.

Febri menyatakan, pemeriksaan ini dilakukan dalam kapasitas Deisti sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana. Febri mengingatkan Diesti mematuhi peraturan perundang-undangan dengan memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa pada Senin nanti.

"Kami ingatkan agar yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan hadir memenuhi panggilan penyidik," tegasnya.

Nama Deisti sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana mencuat saat sang suami, Setya Novanto dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta Jumat (3/11) lalu.

Saat itu Setnov, sapaan Novanto dicecar soal kepemilikan saham Deisti dan anaknya Reza Herwindo di PT Mondialindo Graha Perdana. Istri dan anak Novanto disebut Jaksa masing-masing memiliki 50 persen dan 80 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana. Perusahaan itu diketahui juga menjadi pemegang saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP.

Novanto mengakui pernah menjadi Komisaris di PT Mondialindo Graha Perdana pada 2000-2002. Namun, Novanto mengaku tak mengetahui jika ada nama istri dan anaknya di perusahaan tersebut.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT