Jelang Pertemuan IMF-Bank Dunia, Hotel di Bali Mulai Terima Pesanan

ilustrasi hotel (berita satu/IST)

Oleh: I Nyoman Mardika / WBP | Minggu, 19 November 2017 | 15:59 WIB

Denpasar - Menjelang pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung Oktober 2018 nanti, sejumlah hotel di Bali sudah mulai menerima pesanan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyebutkan sejumlah hotel yang dipesan di kawasan Nusa Dua, dan Jimbaran, Kabupaten Badung.

"Kami prediksi hotel kawasan Nusa Dua sudah habis dipesan karena prioritas di sana termasuk Jimbaran juga. Bahkan tamu yang menginap diprediksi akan meluber sampai kawasan Kuta, Legian dan Sanur," kata Ketua PHRI Bali Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Denpasar, Sabtu 18/11).

Menurutnyaa, sejumlah hotel di kawasan elit itu sudah siap menerima ribuan delegasi IMF dan Bank Dunia karena Bali sudah biasa menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional. Pihaknya optimistis sebanyak 15.000 delegasi yang dijadwalkan hadir pada pertemuan tahunan itu akan terakomodasi pada hotel-hotel berbintang yang berada di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) termasuk kawasan luar itu seperti Jimbaran, Kuta, Legian dan masih banyak hotel lainnya.

Terkait keamanan hotel, pria yang akrab disapa Cok Ace itu mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Polda Bali untuk menerapkan sistem dan manajemen keamanan hotel.

Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose mengatakan pihaknya siap mengamankan pertemuan ekonomi terbesar di Indonesia tahun 2018 itu. Salah satunya melalui simulasi yang dilakukan di sekitar kawasan Bandara Ngurah Rai untuk menguji kesiapan petugas dalam menangani ancaman terorisme.

"Januari 2018 tim keamanan dari IMF dan Bank Dunia akan mengecek kesiapan keamanan di Bali," ucapnya.

Sementara dari pantauan SP, sejumlah persiapan telah dilakukan menyambut perhelatan akbar bidang ekonomi yang akan dihadiri ekonom dari 189 negara di dunia itu di antaranya pengembangan Bandara Ngurah Rai dan pembangunan jalan terowongan atau underpass di simpang bandara. Pengembangan bandara misalnya untuk mengakomodasi delegasi termasuk armada pesawat berbadan lebar yang ditumpangi para peserta pertemuan.

Sedangkan pembangunan underpass diharapkan memperlancar arus lalu lintas di kawasan pintu gerbang tol Ngurah Rai-Nusa Dua-Jimbaran-Bandara menuju Kuta-Sanur dan Denpasar.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT