10 Negara Hadiri Pertemuan Tahunan Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia

Ribuan jemaat mengikuti kebaktian istimewa yang digelar Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Minggu (19/11). Kebaktian istimewa digelar dalam rangkaian pertamuan tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2017 di seluruh dunia. (Istimewa/Istimewa)

Oleh: Aditya L Djono / ALD | Minggu, 19 November 2017 | 16:58 WIB

Bogor – Delegasi dari sekitar 10 negara menghadiri pertemun tahunan Saksi-Saksi Yehuwa 2017 di Indonesia. Delegasi luar negeri yang hadir berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Vietnam, Thailand, Filipina, Papua Nugini, Malaysia, Australia, dan Rusia.

Pertemuan antara lain ditandai dengan kebaktian istimewa yang digelar di Sentul Internationel Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Minggu (19/11). Ribuan orang memadati SICC untuk mengikuti kebaktian istimewa tersebut.

Panitia Kebaktian Istimewa Saksi-Saksi Yehuwa, Anggara Pardede, Minggu sore menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini di Indonesia cukup istimewa. Pasalnya, terakhir kali Indonesia menjadi salah satu penyelenggara pada 1963 di Bandung. “Jadi tahun ini cukup istimewa karena Indonesia terakhir kali menyelenggarakan 54 tahun silam di Bandung,” ungkapnya.

Pertemuan tahunan pada 2017 tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara secara bersamaan. Pertemuan di Indonesia digelar mulai 17 hingga 19 November. Adapun di seluruh dunia, pertemuan berlangsung hingga awal 2018.
Tahun sebelumnya, diperkirakan 13 juta peserta yang hadir di seluruh dunia. “Tahun ini Indonesia menjadi salah satu tuan rumah, dan ada ribuan peserta yang hadir,” jelasnya.

Pertemuan tahunan kali ini mengambil tema “Jangan Menyerah”. Tema dipilih untuk mengingatkan siapapun menghadapi tantangan dalam hidup yang dapat merampas kebahagiaan dan berpikir untuk menyerah. Pertemuan ini mengingatkan janji Sang Pencipta untuk menguatkan setiap individu agar tidak sekadar bertekun tetapi juga menangani setiap tantangan dengan baik dan produktif.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT