5 Prajurit Bebaskan Sandera di Papua Tolak Kenaikan Pangkat

Jenderal Gatot Nurmantyo. (Antara)

Oleh: Robert Isidorus / WBP | Minggu, 19 November 2017 | 19:26 WIB

Timika-Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada 58 anggota prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), yang berhasil membebaskan warga yang terisolasi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kampung Kimberly dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Upacara kenaikan pangkat berlangsung di Kampung Utikini Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (19/11)

Keberhasilan Prajurit TNI AD mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Panglima TNI yang datang langsung ke Distrik Tembagapura dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi para prajurit. Pemberian kenaikan pangkat luar biasa ini sejatinya diberikan kepada 63 prajurit, namun lima orang yang berpangkat perwira menolak dengan alasan keberhasilan ini adalah milik anak buah.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku bangga dan terharu atas sikap bijaksana yang ditunjukkan oleh para perwira. “Ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semuanya terharu, maka sepantasnya yang mendapat kenaikan pangkat adalah anggotanya,"  kata Panglima TNI dalan rilisnya yang diterima Beritasatu.com. Minggu (19/11) malam.

Namun lima perwira yang tidak menerima kenaikan pangkat itu tegas Gatot, diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan–rekannya. "Inilah contoh teladan bagi prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tetapi hanya mengutamakan kepentingan negara republik Indonesia,” kata dia.

Panglima mengaku senang sebanyak 1.300 lebih warga yang tersandera bisa selamat. “Lalu Kapolda dan Pangdam datang ke tempat sasaran, kemudian mengevakuasi warga sehingga semuanya sekarang berada di Timika," tambah Gatot.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT