Bursa Ketum Golkar, Airlangga Tunggu Restu Jokowi

Airlangga Hartarto. (Antara)

Oleh: Carlos KY Paath / HA | Selasa, 21 November 2017 | 03:24 WIB

Jakarta – Koordinator Bidang Perekonomian Partai Golkar Airlangga Hartarto belum berpikir untuk maju sebagai ketua umum (ketum) Golkar. Airlangga yang juga menteri perindustrian mengaku menunggu aspirasi pengurus Golkar daerah dan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya kan pembantu Presiden dan kader partai. Saya bergantung kepada aspirasi yang berkembang di daerah, dan kedua kepada Bapak (Jokowi),” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/11).

Pada bagian lain, menurutnya, Golkar harus diselamatkan dari krisis yang tengah didera. Hal ini menyusul ditahannya Ketum Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena diduga terlibat kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Harus ada langkah-langkah untuk penyelamatan partai,” ujar Airlangga.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Luhut Binsar Pandjaitan menyebut banyak tokoh di Golkar seperti Airlangga yang berpotensi menggantikan Novanto.

“Airlangga orang baik. Mana saja bisa. Saya kira biar saja di Golkar berproses dengan baik,” ucap Luhut.

Menteri Koordinator Kemaritiman tersebut meminta agar suksesi di Golkar tak perlu diramaikan. “Kan semua ada mekanismenya dan saya lihat sedang berproses juga sih. Semua baik-baik saja sih,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Airlangga dan Luhut dipanggil secara terpisah oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/11). Airlangga yang keluar terlebih dahulu dari istana menjelaskan pertemuannya dengan Presiden tak membahas tentang Golkar.

“Soal kerjaan. Kemarin kan baru dari Thailand menyampaikan mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil mengenai investasi atau pun vokasi di Thailand. Enggak (bahas Golkar),” jelasnya.

Tak berapa lama, Luhut juga menyusul meninggalkan istana.

“Tadi bahas Sail Sabang. Persiapannya kan tanggal 2 Desember 2017. Nanti saya yang lepas Sail Sabang,” ungkap Luhut.

Dia menambahkan, dirinya dan Presiden juga berbicara mengenai perkembangan proyek light rail transit (LRT), termasuk persiapan resepsi pernikahan putri Presiden, Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada 26 November 2017.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT