Aliran Dana E-KTP ke DPR Diberikan Tunai Tanpa Kuitansi

Nazaruddin (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Erwin C Sihombing / CAH | Selasa, 21 November 2017 | 06:43 WIB

Jakarta - Mantan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin meyakini adanya pemberian uang kepada politisi-politisi di DPR periode 2009-2014 terkait proyek e-KTP. Pemberian tersebut diberikan secara tunai tanpa kuitansi sebagaimana praktik yang diketahuinya di DPR.

"Kalau di DPR itu, penyerahan-penyerahan itu, enggak pernah pakai kuitansi. Enggak pernah ditransfer. Tetapi itu semua terealisasi, yang mulia," kata Nazaruddin kepada majelis hakim, sewaktu dihadirkan Jaksa KPK bersaksi untuk terdakwa korupsi proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11).

Nazaruddin memberikan kesaksian tersebut sewaktu disinggung majelis hakim mengenai pengakuannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut adanya pemberian kepada pimpinan Komisi II DPR Chairuman Harahap dan Ganjar Pranowo masing-masing sebesar USD 500.000.

Selain itu, Nazaruddin juga membenarkan adanya pemberian kepada pimpinan Banggar DPR Melchias Mekeng dan Mirwan Amir masing-masing USD 500.000, dan jumlah yang sama juga diberikan kepada Setya Novanto. Hal itu diketahui Nazaruddin berdasarkan pengakuan Mirwan Amir.

Ketika disinggun mengapa Nazaruddin bisa mengetahui adanya pembagian uang kepada pimpinan Banggar DPR, dia menjawab,

"Saya juga anggota Banggar," katanya.

Tidak berhenti di situ, Nazaruddin membenarkan Partai Demokrat mengawal proyek e-KTP di DPR dan menerima Rp 500 miliar yang berasal dari total anggaran proyek e-KTP Rp 5,9 triliun. Jatah Demokrat digunakan Anas Urbaningrum untuk memenangkannya menjadi Ketum Demokrat dalam kongres tahun 2010.

Nazaruddin juga membeberkan adanya pemberian kepada Mendagri Gamawan Fauzi dengan total USD 4,5 juta yang diberikan melalui adiknya, Azmin Aulia. Pemberian dilakukan Andi Narogong setelah adanya ancaman dari Gamawan untuk membatalkan lelang yang dimenangkan PNRI.

Ketika disinggung majelis hakim, apa posisi Andi Narogong, pengusaha yang hanya lulus SMP di proyek e-KTP, Nazaruddin menyebutnya sebagai pengepul uang dari pengusaha-pengusaha yang menyetor ke Andi untuk mendapatkan pengerjaan proyek e-KTP. Andi lah yang membagi-bagikannya ke politisi dan pejabat Kemdagri.

"Semua pengusaha e-KTP setor ke Andi," tekan Nazaruddin.

Di sela-sela sidang, Nazaruddin menyatakan harapannya agar KPK bisa mengusut tuntas perkara korupsi e-KTP. Termasuk dengan perkara yang membelit Ketua DPR Setya Novanto yang menurutnya akan lebih baik untuk segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Harus cepat-cepat P21 (berkas perkaranya lengkap). Mudah-mudahan tuntas lha," harap Nazaruddin.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT