KPK Umumkan Berkas Penyidikan Kasus Novanto Lengkap

Setya Novanto. (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Fana Suparman / JAS | Rabu, 6 Desember 2017 | 08:29 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Ketua DPR, Setya Novanto telah dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya, berkas penyidikan, barang bukti dan tersangka Novanto dilimpahkan penyidik ke tahap penuntutan atau tahap 2.

‎"Perkembangan proses penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka SN sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya aspek formil penyerahan tersangka dan berkas dari penyidik ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) akan diproses lebih lanjut," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/12) malam.

Setelah dilimpahkan ke tahap penuntutan, JPU KPK memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Novanto. Nantinya surat dakwaan ini dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

Usai diperiksa penyidik pada Selasa (5/12), Novanto enggan berkomentar mengenai berkas perkaranya yang telah lengkap. Sambil membawa map berwarna putih, Ketua Umum DPP Partai Golkar nonaktif itu memilih bergegas menuju mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Sementara itu, Fredrich Yunadi, kuasa hukum Novanto mengakui sempat diminta penyidik untuk datang dan mendampingi kliennya menandatangani berkas penyidikan yang telah lengkap.

"Penyidik KPK tadi jam 17.30 WIB telepon saya, minta saya harus hadir ke KPK untuk dampingi SN dalam rangka P21," kata Fredrich saat dikonfirmasi.

Kepada penyidik yang menghubunginya, Fredrich mengaku tak dapat hadir mendampingi Novanto. Fredrich pun meminta agar penandatanganan berkas dilakukan keesokan harinya. Namun, penyidik bersikukuh dan meminta tim kuasa hukum Novanto lainnya untuk hadir mendampingi mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu. Penyidik telah meminta pengacara Maqdir Ismail yang baru menjadi kuasa hukum Novanto untuk hadir.

"Segala risiko dan tanggung jawab adalah pribadi rekan Maqdir," kata Fredrich.

Maqdir yang dikonfirmasi mengaku telah mendapat kuasa dari Novanto untuk mendampinginya menghadapi proses hukum dugaan korupsi e-KTP. Maqdir mengatakan, belum mengetahui secara rinci proses hukum yang sedang berjalan sat ini.

"Sudah bicara, sudah ada kuasa (dari Novanto). Cuma saya belum tahu dengan prosesnya bagaimana sekarang. Saya kan belum tahu apa-apa," katanya.

Maqdir mengakui telah dihubungi tim penyidik untuk memintanya mendampingi Novanto menandatangani berkas. Namun, Maqdir menyatakan telah menolak permintaan itu dan meminta penandatanganan berkas dilakukan hari ini, Rabu (6/12).

"Nggak, nggak jadi malam ini. Kami tunda besok (Rabu, 6/12)," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, pihaknya sedang menyusun surat dakwaan terhadap Novanto. ‎Namun, Agus belum dapat memastikan berkas perkara Novanto ini dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT