Kementerian PUPR Konsisten Bantu Capacity Building Palestina

Indonesia konsisten akan selalu mendukung pembangunan yang terjadi di Palestina, demi menuju kemandirian bersama yang dilandasi solidaritas. ()

Oleh: / TON | Kamis, 7 Desember 2017 | 11:38 WIB

Jakarta (5/12) – Mendukung gerakan KSST (Kerjasama Selatan-Selatan Triangular) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diundang oleh Kementerian Luar Negeri pada acara Seminar Internasional dan Pameran dengan tema “Memberdayakan Rakyatnya, Memperkuat Negaranya”.Pada pertemuan kali ini, dihadiri Menteri Luar Negeri Republik Indonesia-Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Palestina-Riyad Al Maliki, Direktur Kerja Sama Multilateral-Febrian Alphyanto Ruddyard, Duta Besar Mesir untuk Indonesia-Bahaa El Deen Bahgat Ibrahim Desouki, dan Kementerian PUPR diwakili oleh BPSDM dalam hal ini Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah- Siti Bellafollijani Adimiharja.

‘‘Indonesia konsisten akan selalu mendukung pembangunan yang terjadi di Palestina, demi menuju kemandirian bersama yang dilandasi solidaritas maka kami akan berusaha untuk terus membantu khususnya di bidang teknis seperti pelatihan di bidang pengembangan teknologi yang terus kami lakukan di Cileunyi, Bandung’’, terang Bellafollijani dalam menyampaikan paparannya.

‘‘Teknologi lainnya yang kami miliki yang berpotensi untuk dikembangkan di Palestina antara lain untuk memperbaiki performance persediaan air minum, serta pengelolaan sanitasi dan air limbah, yang telah kami terapkan di Bogor dan Bali’’, tambah Bellafollijani pada sesi diskusi tentang bantuan infrastruktur kepada Palestina.

Dalam seminar ini terdapat dua agenda yang dilaksanakan yakni pemanfaatan momentum rekonsiliasi internal Palestina untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi kepentingan rakyat Palestina, dan pentingnya pengelolaan bantuan teknis sesuai dengan kebutuhan riil rakyat Palestina. Sejumlah 100 peserta hadir dalam acara ini yang merupakan perwakilan diplomatik di Jakarta, perwakilan PBB, anggota DPR dan pejabat pemerintah lainnya. Serta ada pula akademisi, mitra pembangunan dan lembaga donor.

Selain itu, pembahasan akan dilakukan secara intensif terhadap kegiatan bantuan capacity building dari Pemerintah Indonesia melalui berbagai mekanisme. Karena dalam diskusi ini akan dilihat bantuan apa saja yang diperlukan Palestina dan sejauh mana Indonesia khususnya Kementerian PUPR dapat memberikan bantuan secara tepat.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi katalisator antara Kementerian dan Lembaga di Indonesia untuk memberikan bantuan kepada Palestina dari berbagai sektor, khususnya di sektor pertanian, pariwisata, bidang kesehatan, infrastruktur, Usaha Kecil dan Menengah, dan Teknologi Informasi Komunikasi. (Rz-BPSDM)




Sumber:
ARTIKEL TERKAIT