Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award 2017

Nurdin Abdullah. (Antara)

Oleh: Yeremia Sukoyo / FMB | Kamis, 7 Desember 2017 | 17:50 WIB

Jakarta - Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) kembali memberikan penghargaan kepada pribadi-pribadi yang terus berusaha menumbuhkembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab serta dapat menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Sejak tahun 2003, Perkumpulan BHACA sudah memberikan anugerah kepada 15 individu, dan di tahun 2017 ini merupakan penganugerahan yang ke-tujuh. Anugerah penghargaan diberikan kepada dua individu yang dinilai berintegritas serta berhasil melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah.

Dewan Juri BHACA 2017 yang terdiri dari Betti Alisjahbana, Bivitri Susanti, Endy M Bayuni, Paulus Agung Pambudhi dan Zainal A Muchtar memutuskan untuk memberikan anugerah BHACA 2017 kepada Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Anggota Dewan Juri BHACA 2017, Betti Alisjahbana, menjelaskan, sosok Nurdin Abdullah dinilai mempunyai komitmen yang sangat tinggi dalam membangun pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi dan maju.

"Selama kepemimpinannya, perekonomian Bantaeng dapat tumbuh pesat, pendapatan per kapita warga meningkat tajam, serta angka pengangguran turun drastis," kata Betti, Kamis (7/12) di Jakarta.

Sebelum Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2008, Bantaeng termasuk salah satu dari 199 daerah tertinggal di Indonesia. Perekonomian Kabupaten Bantaeng kini tumbuh dari 5,37 persen di tahun 2008 menjadi 7,23 di tahun 2016, pendapatan per kapita warga naik dari Rp5,5 juta (2008) menjadi Rp34,6 juta pada 2016).

Selain itu di daerah tersebut juga berhasil menurunkan angka pengangguran yang cukup signifikan, dari 12,21 persen (2008) menjadi 3,83 persen pada 2016. Pelayanan kesehatan dan pemadam kebakaran yang terkenal bergerak cepat dan profesional tidak hanya melayani warga Bantaeng, tapi juga kabupaten-kabupaten tetangganya.

Berbagai perbaikan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi di Bantaeng terjadi berkat berbagai terobosan dar inovasi yang dilakukan Nurdin sejak awal menjabat. Di tahun pertama kepemimpinannya, Nurdin melakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas aparat pemerintah dengan menerapkan pola assesment dengan melibatkan Universitas lndonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor, Jawa Barat.

Nurdin melakukan sistem pendaftaran terbuka (open recruitment) sejak 2009 dan rotasi Kepala Dinas secara berkala setiap 3-6 bulan sekali untuk menghindari zona nyaman korupsi.

Nurdin juga sudah banyak mengganti pejabat yang bekerja tidak benar atau terbukti korup. Masing-masing Kepala Badan Kepegawaian Daerah sudah berganti empat kali, wakil bupati pada periode kepemimpinan kedua ini sudah beberapa kali ikut lelang jabatan di periode pertama Nurdin menjabat Bupati, dan kalau ada pejabat yang bersalah dan dilaporkan warga akan langsung dicopot.

Untuk menutup kebocoran anggaran, berkas APBD yang sudah disahkan akan diserahkan ke kejaksaan dan kepolisian untuk dianalisa dan dilakukan pengawasan. Inspektorat juga diperkuat sebelum pelaksaana anggaran, begitu juga rapat-rapat koordinasi dengan aparat kejaksaan dan kepolisian.

Partisipasi warga, aktivis LSM, dan pers dalam pengawasan pembangunan difasilitasi dengan baik karena di rumah pribadi Nurdin, siapa pun warga Bantaeng bebas masuk untuk mengadu atau mengusulkan program.

Saat menerima pengaduan warganya, Nurdin sesegera mungkin menyelesaikan persoalan warga dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Beberapa pihak yang pernah menjadi tim sukses Nurdin bahkan mundur karena ternyata tidak dapat proyek setelah Nurdin menang dalam Pilkada.

Sedangkan untuk sosok Heru Pambudi dinilai dapat memimpin reformasi kepabeanan dan cukai demi mencapai pelayanan yang lebih cepat, lebih bagus serta lebih transparan.

Ketika dilantik menjadi Direktur Jenderal pada 1 Juli 2015 lalu oleh Menteri Keuangan Rl Bambang Brodjonegoro, Heru berkomitmen menjalankan prinsip good governance dengan mementingkan integritas dan inovasi.

Bersama kolega dan segenap jajaran di Bea Cukai, Heru membuat program terobosan seperti penguatan reformasi kepabeanan dan cukai, Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT), progress Pusat Logistik Berikat (PLB), dan e-commerce.

Saat itu diperlukan usaha yang sangat keras untuk mereformasi dan membersihkan Bea Cukai yang sudah berpuluh tahun terkenal penuh dengan praktek korupsi. Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) digulirkan pada Desember 2016 hingga tahun 2020.

Program tersebut dapat memberi bobot yang besar pada penguatan area integritas, budaya organisasi dan kepemimpinan. Perhatian dan dukungan untuk reformasi bea dan cukai juga diberikan Presiden RI dan Menteri Keuangan , termasuk dalam kaitannya dengan program sinergi dengan Ditjen pajak.

Diakui Betti, meski perjalanan pembenahan di Bantaeng dan Bea Cukai masih panjang, namun Dewan Juri menilai bahwa komitmen serta usaha konsisten yang ditunjukkan Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi layak untuk mendapatkan penghargaan tahun ini.

Pendiri Perkumpulan BHACA, Clara Jeowono menyampaikan, khusus tahun ini Dewan Juri memang telah menentukan penghargaan tidak hanya diberikan oleh kepala daerah. Namun juga seorang aparatur sipil negara sebagai penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award.

"Tantangan yang dihadapi masing-masing untuk mempertahankan integritas pribadi serta membangun sistem tata kelola yang baik di lingkungan mereka, walaupun dalam skala berbeda, tetap sama beratnya," katanya.

Siapapun kepala daerah ataupun aparatur pemerintahan, jika ingin melawan arus demi perbaikan maka sangat memerlukan keberanian yang mengandung resiko. Oleh karena itu, niat untuk melakukan perubahan, keberanian untuk melaksanakannya dan hasil nyata yang telah dicapai perlu untuk diakui dan hargai.

"Bagaimanapun juga perubahan besar yang dicita-citakan harus diawali dengan langkah nyata pertama dan berawal dari diri sendiri," ucapnya.

Perkumpulan BHACA sendiri berharap kepada pihak-pihak yang telah diberikan penghargaan dapat terus jadi panutan. Lebih jauh, sistem yang sudah dibangun pun diharapkan dapat menjadi landasan kokoh untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dijelaskan, malam Anugerah BHACA 2017 sendiri akan diselenggarakan pada Kamis (14/12) di Financial Hall, Graha ClMB Niaga, Jalan Sudirman kav. 58, Jakarta Selatan.

Sebagai penghormatan terhadap Mohammad Hatta, satu dari dua proklamator kemerdekaan Indonesia yang juga menjadi inspirasi perkumpulan dan award, maka perwakilan dari keluarga Bung Hatta akan menyerahkan plakat anugerah BHACA 2017 secara langsung kepada Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT