Kulon Progo Jamin Ketersediaan Beras Aman

Kulon Progo Jamin Ketersediaan Beras Aman
Ilustrasi beras Bulog. ( Foto: Antara / Asep Fatulrahman )
/ WBP Minggu, 10 Desember 2017 | 07:49 WIB

Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin ketersediaan beras aman, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Minggu (10/12) mengatakan lahan seluas 6.696 hektare di wilayah itu pada pertengahan Desember akan memasuki panen.

"Bencana banjir yang menerjang Kulon Progo beberapa waktu lalu menyebabkan produksi padi mengalami penurunan dan terganggu. Tapi dari sisi ketersediaan pangan, khususnya padi pada posisi aman," kata Bambang.

Ia mengatakan penyebaran luas panen di Kulon Progo terdistribusi sepanjang tahun, kecuali pada September, Oktober dan November tidak ada panen padi. Bulan-bulan itu, di Kulon Progo baru memasuki masa tanam, khususnya di Daerah Irigasi Sapon dengan luas tanam 1.896 hektare, dan Daerah Irigasi Kalibawang seluas 4.800 hektare.

"Panen padi akan dimulai minggu ketiga Desember. Artinya, ketersediaan pangan, khususnya padi tidak ada persoalan," katanya.

Bambang mengakui kondisi tanaman padi masa tanam pertama di Kulon Progo dengan luas 1.500 hektare terendam banjir, dan 500 hektare dinyatakan puso. Kecamatan yang tanaman padinya terendam banjir dan mengalami penurunan produksi, yakni Galur, Panjatan, Lendah, dan Wates.

"Kecamatan yang kemungkinan produksi padinya turun drastis, yakni Galur, Panjatan dan Lendah karena lahan pusonya sangat luas, di atas 300 hektare," kata dia.

Terkait kenaikan harga beras di tingkat pedagang pasar rakyat di Kulon Progo, menurut dia, tidak menjadi masalah. Kenaikan harga beras akan mendongkrak pendapatan petani. Saat ini, harga beras kualitas mediun berkisar Rp 10.000 per kg dan beras premium di atas Rp 12.000 per kg.

"Kami senang harga beras di pasar mengalami kenaikan. Artinya, pendapatan petani meningkat. Yang menjadi persoalan itu, ketika beras naik, tapi tidak diikuti kebaikan harga gabah," katanya.



Sumber: ANTARA