Soal Ketua DPR-RI

8 Tahap Setya Novanto Berganti Fadli Zon

8 Tahap Setya Novanto Berganti Fadli Zon
Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (tengah), Agus Hermanto (kedua kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memimpin rapat sidang Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 20 Juli 2017. Hasil musyawarah pimpinan DPR dengan pimpinan Fraksi disetujui 573 pasal pemilu dan voting untuk dua opsi paket A atau B. ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
Nurlis E Meuko / NEF Selasa, 12 Desember 2017 | 14:36 WIB

Jakarta – Mundurnya Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR-RI seharusnya berganti dengan kader Golkar yang ada di dewan walau ia tak lagi memimpin di partai beringin itu. Namun, posisi itu justru beralih ke Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon.

Memang Fadli hanya berposisi sebagai pelaksana tugas sampai ditetapkannya ketua yang defenitif. Kendati demikian, kondisi itu sudah jelas menyiratkan ada persoalan politik di tubuh Partai Golkar.

Menurut Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, pemimpin DPR belum bisa memproses penggantian Setya Novanto sebagai ketua DPR karena ada dua surat dengan isi berbeda dari Fraksi Golkar kepada pemimpin DPR.

Berdasarkan pasal 87 ayat 3 UU No 17 tahun 2014 tentang MD3 disebutkan bahwa salah satu seorang pimpinan DPR berhenti dari jabatannya, anggota pimpinan lainnya menetapkan salah seorang diantara pimpinan untuk melaksanakan tugas pimpinan sampai ditetapkannya pimpinan definitif.

Akhirnya, Fadli Zon ditunjuk menjadi Plt. Ketua DPR, berikut prosesnya:

1. Setya Novanto Tersangka. Ketua DPR Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dan masuk dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin 20 November 2017.

2. Rapat Pleno Golkar. Partai Golkar menggelar rapat pleno dan menunjuk Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Selasa 21 November 2017.

3. Mundur dari Ketua DPR. Setya Novanto mengirimkan surat pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPR-RI, Rabu 6 Desember 2017, sekaligus merekomendasikan nama Azis Syamsuddin dari Fraksi Partai Golkar sebagai penggantinya.

4. Pertemuan Fraksi. Ketua Fraksi Golkar Robert Kardinal dalam pertemuan dengan sejumlah fraksi di DPR menyampaikan surat pengunduran diri Setya Novanto, pada Jumat 8 Desember 2017.

5. Fraksi Golkar Besikap. Fraksi Partai Golkar di DPR RI terbelah dua menyikapi penunjukan Azis Syamsudin oleh Setya Novanto untuk menggantikan dirinya sebagai Ketua DPR RI. Dari total 91 anggota Fraksi Golkar, 58 diantaranya menolak.

6. Surat Fraksi Golkar. Fraksi Partai Golkar mengirim surat ke pimpinan DPR yang intinya menegaskan tidak ada penggantian Ketua DPR RI di Masa Persidangan II Tahun 2017 – 2018, surat ini bertanggal Jumat 8 Desember 2011.

7. Fadli Zon Pelaksana Tugas. Terjadi kekosongan di kursi Ketua DPR. Rapat pimpinan DPR menunjuk Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR, Senin 11 Desember 2017.

8. Surat untuk Presiden. Pimpinan DPR mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan DPP Partai Golkar. Surat untuk Presiden terkait amanah UU MD3 sebagai pemberitahuan protokoler bahwa Ketua DPR telah mengundurkan diri. []



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE