Sidang Perdana Digelar, Novanto Pasrah Praperadilan Gugur

Sidang Perdana Digelar, Novanto Pasrah Praperadilan Gugur
Tersangka kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (kiri) memasuki ruang sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 13 November 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Erwin C Sihombing / WBP Rabu, 13 Desember 2017 | 10:56 WIB

Jakarta - Sidang perdana pembacaan surat dakwaan Setya Novanto (Setnov) dalam perkara KTP elektronik (e-KTP) akhirnya digelar, Rabu (13/12) pagi di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pihak Novanto memenuhi panggilan sidang kendati perkara praperadilannya masih berproses di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel. Ketua majelis hakim Yanto telah membuka sidang sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum sidang digelar, kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail menyatakan pihaknya tidak bisa memastikan apakah langsung mengajukan eksepsi terhadap surat dakwaan ketua DPR nonaktif itu.

Terkait permohonan praperadilan, pihaknya berserah pada kebijaksanaan hakim tunggal Kusno dalam memutus apakah perkaranya gugur atau tidak. Sebab, apabila surat dakwaan dibacakan maka tidak ada alasan lagi bagi PN Jaksel untuk menggugurkan permohonan pemohon. "Soal praperadilan itu di luar kuasa kami mencegahnya untuk tidak dibatalkan," kata Maqdir sebelum sidang.

Maqdir menyebut, KPK tidak hati-hati dengan melimpahkan perkara Novanto di tengah proses praperadilan. Sepatutnya, KPK menghormati tindakan tersangka untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka. "Jangan lupa, hukum acara itu untuk melindungi hak asasi tersangka atau terdakwa dengan cara membatasi kewenangan dari penegak hukum yang bisa sewenang-wenang," kata Maqdir.

Sidang Novanto dipadati pengunjung dan wartawan yang mengadakan peliputan. Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar menyebut, sebanyak 70 personel menjaga pengadilan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE