4.500 Pengemudi Ojek Online di Surabaya Ajukan KPR BTN

4.500 Pengemudi Ojek Online di Surabaya Ajukan KPR BTN
Tukang ojek di bawah naungan Go-Jek bisa memiliki rumah dengan cicilan tidak sampai Rp 50.000 per hari. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 13 Desember 2017 | 13:55 WIB

Jakarta - Dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bagi pengemudi ojek online di Surabaya. Dengan kerja sama ini, tukang ojek di bawah naungan Go-Jek tersebut bisa memiliki rumah dengan cicilan tidak sampai Rp 50.000 per hari.

Direktur Bank BTN Adi Setianto dalam keterengan yang diterima redaksi mengatakan perseroan terus menggenjot agar masyarakat bisa memiliki rumah yang terjangkau. Bagi Bank BTN, semua masyarakat Indonesia termasuk pekerja informal, punya hak untuk memiliki rumah. "Ke depannya, kami akan perluas fasilitas ini bagi tukang ojek di kota lain di seluruh Indonesia,” jelas Adi di Surabaya, Rabu (13/12).

Adapun fasilitas KPR khusus bagi Go-Jek ini diluncurkan pada Mei 2017. Hingga November 2017, tercatat lebih dari 4.500 mitra Go-Jek yang telah mengajukan untuk bisa memeroleh fasilitas KPR khusus tersebut.

Pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 KPR BTN, Selasa (12/12), tercatat ada 397 mitra Go-Jek yang telah memeroleh fasilitas KPR tersebut dengan nilai Rp 51,6 miliar. Melihat antusiasme ini, Bank BTN telah memperluas jangkauan KPR bagi GO-JEK di wilayah Palembang, hari ini di Surabaya, dan berikutnya di Semarang. “Kesuksesan fasilitas KPR BTN bagi Go-Jek Tahap I ini mendorong Bank BTN membuka Tahap ke II di seluruh kota yang menjadi wilayah kerja Go-Jek, di antaranya Sumatera, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi,” tutur Adi.

Untuk mempermudah para mitra Go-Jek dan masyarakat Surabaya memiliki rumah, Bank BTN juga menggelar Mini Expo Perumahan selama 3 hari di Surabaya. Mini Expo serupa juga digelar di beberapa kantor cabang Bank BTN di kota-kota besar mulai 11-15 Desember 2017.

Dalam kiprahnya selama 41 tahun memberikan pembiayaan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak, BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah. Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75 persen di antaranya mengalir dalam bentuk KPR subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR subsidi sebesar Rp 110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR non-subsidi.

Adi juga menjelaskan, Bank BTN pun menyediakan fasilitas KPR Mikro bagi para pekerja informal lainnya terutama bagi kalangan masyarakat bawah. Melalui fasilitas KPR BTN Mikro, para pekerja informal bisa memiliki rumah dengan plafon kredit maksimal Rp 75 juta dan tenor 20 tahun.



Sumber: BeritaSatu.com