Kempan-RB Usulkan Penerimaan 250.000 CPNS pada 2018

Kempan-RB Usulkan Penerimaan 250.000 CPNS pada 2018
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kempan-RB, Setiawan Wangsaat memaparkan komposisi jumlah ASN se-Indonesia di Bogor, Rabu, 13 Desember 2017. ( Foto: Beritasatu Photo )
Vento Saudale / JAS Rabu, 13 Desember 2017 | 19:09 WIB

Bogor - Tahun depan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan-RB) mengusulkan 250.000 untuk kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di pusat dan daerah. Profesi tenaga didik dan kesehatan masih mendapat prioritas terbanyak penerimaan CPNS.

Hal tersebut dipaparkan, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kempan-RB, Setiawan Wangsaat di Bogor, Rabu (13/12). Kata dia, kuota tersebut sesuai dengan jumlah aparatur negeri sipil (ASN) yang telah purna bakti atau pensiun.

“Prioritasnya masih guru dan tenaga kesehatan. Untuk komposisi, lebih banyak untuk daerah (pemda). Sebanyak 215.000 untuk pemda, dan sisanya ditempatkan di pusat,” papar Setiawan.

Saat ini, lanjut Setiawan, pemerintah tetap melakukan seleksi CPNS 2018 dengan sistem zero growth, mengingat Kempan-RB belum mencabut moratorium. Artinya, tambahan ASN akan di sesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun di tahun 2018.

Hingga saat ini, sebanyak 80 persen pemda-pemda telah memasukkan usulan formasi jabatan kepada kementerian. Nantinya, Kempan-RB akan melakukan seleksi terkait usulan-usulan itu. Melalui penerimaan sistem e-formasi, kementerian akan menyeleksi untuk disesuaikan dengan daya dukung kinerja pemda tersebut.

“Jadi nanti mulai dari usulan hingga validasi ini akan dilakukan pada Februari-Maret 2018. Baru kalau selesai nanti kita akan koordinasi untuk kapan pendaftaran akan dilakukan," katanya.

Posisi seleksi CPNS 2018 yang akan dibuka sesuai dengan rencana strategis masing-masing instansi. Lebih banyak untuk jabatan teknis yang memiliki kemampuan khusus. "Untuk formasi jabatan administrasi sekarang ini sudah cukup," tambah dia.

Pada penerimaan CPNS 2018, mendatang, Kempan-RB akan memfokuskan pada jabatan teknis atau fungsional. Berdasarkan data Kempan-RB, untuk jumlah ASN bidang administrasi terbanyak dengan presentasi 37,7 persen dari jumlah ASN di Indonesia, disusul tenaga pengajar (guru) 37,6 persen. Sementara ASN untuk jabatan teknis hanya 8,5 persen, disusul tenaga kesehatan sebanyak enam persen. 



Sumber: BeritaSatu.com