Arya Wedakarna Bantah Terlibat Persekusi Abdul Somad

Arya Wedakarna. (Facebook)

Oleh: Anselmus Bata / AB | Kamis, 14 Desember 2017 | 10:56 WIB

Jakarta - Anggota DPD asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, membantah dirinya melakukan provakasi dan menghasut massa menolak kedatangan ustaz Abdul Somad untuk melakukan safari dakwah pada 8-9 Desember di Bali. 

"Tidak ada satu pun pernyataan dari kami yang menolak keberadaan ustaz Abdul Somad dalam kegiatan dimaksud," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (14/12).

Sebagai pejabat, Arya Wedakarna menyayangkan dan menyesali adanya persekusi terhadap ustaz Abdul Somad oleh sebagian komponen masyarakat. Namun, sesungguhnya jauh sebelum ada aksi penolakan, demonstrasi, dan persekusi, telah diupayakan pembahasan melalui rapat di Polda Bali dan kediaman tokoh agama Islam dan Hindu, karena ada aspirasi ormas di Bali yang keberatan terhadap rencana menjadikan ustaz Abdul Somad sebagai narasumber.

"Dalam kasus ini, peran pemerintah sebagai mediator seharusnya lebih dimaksimalkan," katanya.

Terkait laporan ke Bareskrim, Arya Wedakarna menyatakan siap mengikuti proses hukum dan menghormati supremasi hukum. Bahkan, pihaknya juga mempertimbangkan untuk menuntut balik pihak-pihak yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya. 

Sebelumnya, advokat dari GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Ismar Syafrudin, melaporkan dugaan persekusi yang dialami ustaz Abdul Somad di Bali ke Bareskrim Polri. Ada tujuh orang yang dilaporkan, termasuk Gusti Ngurah Arya Wedakarna.

 

 

 

 




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT