Kemenangan Airlangga Kuatkan Pencapresan Jokowi

Kemenangan Airlangga Kuatkan Pencapresan Jokowi
Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 HR Agung Laksono (kanan) mendampingi Presiden Ketiga RI selaku Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar BJ Habibie (tengah) dan Wakil Ketua Umum Kosgoro yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) berfoto bersama saat Pembukaan Mukernas Kosgoro, di Jakarta, 12 Desember 2017. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Markus Junianto Sihaloho / HA Kamis, 14 Desember 2017 | 17:35 WIB

Jakarta - Pengangkatan Airlangga Hartarto (AH) sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) yang diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam rapat pleno terakhir menunjukkan kemenangan Istana Kepresidenan.

Seperti disampaikan Pakar Politik dari Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Leo Agustino, kemenangan AH sudah diprediksi jauh-jauh hari. Bahkan sudah terlihat beberapa saat setelah penangkapan ketum sebelumnya, Setya Novanto, yang terjerat kasus korupsi.

"Kemenangan AH justru semakin menguatkan dukungan Partai Golkar pada Joko Widodo pada Pemilu dua tahun ke depan," kata Leo, Kamis (14/12).

Boleh dibilang pengangkatan AH kali ini sebagai bentuk penguatan istana dalam Partai Golkar, yang sebelumnya pernah berseberangan jalan dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Bahkan, Leo menilai kondisi ini membuat 'Partai Kuning' tersebut bercita rasa 'Merah' (PDIP - red).

Lalu apakah hal ini bermasalah bagi demokrasi? Tentu tidak, karena demokrasi memberikan kesempatan pada semua partai politik untuk menentukan sikap politiknya. Namun yang disayangkan, adanya 'kode' dukungan Istana pada AH sebelum pleno sehingga menggiring pilihan pada AH.

"Seharusnya 'kode' itu tidak perlu dilontarkan agar prosesi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar jauh lebih fair," kata Leo tanpa menjelaskan kode dimaksud.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE