Pasca-Munaslub, Golkar Target Raih Suara 16% di Pemilu 2019

Pasca-Munaslub, Golkar Target Raih Suara 16% di Pemilu 2019
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara / Fikri Yusuf )
Robertus Wardi / JAS Sabtu, 16 Desember 2017 | 19:19 WIB

Jakarta - Partai Golkar (PG) akan segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tanggal 19-20 Desember mendatang. Agenda Munaslub adalah pemilihan Ketua Umum (Ketum).

Namun ‎pada rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG pada Rabu (13/12) lalu telah menetapkan Airlangga Hartarto (AH) sebagai Ketum menggantikan Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa dalam kasus e-KTP.

‎AH ditetapkan secara aklamasi pada rapat pleno tersebut dan akan dikukuhkan pada forum Munaslub nanti.

Ketua DPP PG Happy Bone Zulkarnain meyakini di bawah kepemimpinan AH, Golkar akan kembali bangkit. Golkar akan mampu meraih 16 persen suara di Pemilu 2019. Bahkan bisa sampai di angka 20 persen.

"Kami targetkan di bawah kepemimpinan Pak Airlangga, Golkar bisa kembali bangkit. Kami targetkan bisa mencapai di angka 16 persen pada pemilu 2019 nanti. Bisa juga sampai ke 20 persen," kata Happy dalam diskusi bertema ""Menakar Kepemimpinan Airlangga Hartarto untuk Kebangkitan Partai Golkar" di Jakarta, Sabtu (16/12).

Ia menjelaskan modal untuk mencapai angka tersebut adalah 90 anggota DPR yang ada saat ini. Kemudian ada sekitar 3.000 anggota DPRD se-Indonesia. Dengan angka tersebut telah mencapai 14 persen pada pemilu 2014 lalu.

"Kalau mereka semua bergerak dan solid, kan angka itu bisa kembali," ujar Happy.

Modal lain, lanjut Happy, adalah figur AH yang bersih, masih muda, dan diterima semua kalangan di internal Golkar. Pak AH juga seorang teknokrat dan pekerja.

Selama satu tahun terakhir menjadi Menteri Perindustrian, dia sudah berhasil mengembangkan dan meningkatkan industri nasional sehingga menjadi satu ikon yang dijual dari pemerintahan saat ini.

"Sekarang memang hasil survei berbagai lembaga menyebutkan suara Golkar merosot ke 10 persen. Kami yakin dengan figur pak Airlangga, bisa kembali bangkit," tutur Happy.

Dia menambahkan PG akan tetap konsisten mendukung pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (Capres) 2019. Dengan pencalonan tersebut diharapkan bisa kembali mengangkat suara Golkar.

"Pak Novanto (mantan Ketum, red) sempat berhasil mencapai angka 16 persen. Itu karena di awal-awal, langsung deklarasi pencalonan Jokowi. Sekarang saja turun karena ada kasus e-KTP," tutup Happy. 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE