Wasekjen: Berpakaian Merah, Jokowi Tegaskan Dirinya Kader PDIP

Megawati Soekarnoputri bersama Joko Wdodo dan Jusuf Kalla. (B1/Markus Sihaloho)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / AB | Minggu, 17 Desember 2017 | 08:36 WIB

Ada hal yang menarik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Tiga Pilar PDI Perjuangan (PDIP) yang digelar di BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (16/12). Rakornas tersebut juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu pemandangan yang menarik dalam rakornas tersebut, Jokowi mengenakan baju merah dan sempat menuntun Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat turun dari panggung sesuai membuka kegiatan tersebut. Warna merah selama ini diidentikkan dengan PDIP.

Wakil Sekjen (Wasekjen) PDIP yang juga sekretaris panitia Rakornas Tiga Pilar PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga,‎ mengakui bahwa memang tak sering Presiden Jokowi tampil pada acara partai itu dengan menggunakan pakaian berwarna merah. Menurutnya, dengan mengenakan pakaian berwarna merah Jokowi ingin menegaskan dirinya adalah kader PDI Perjuangan.

‎Hal tersebut dinilainya wajar karena PDIP merupakan kendaraan politik yang digunakan Jokowi untuk menduduki jabatan wali kota Surakarta, gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden RI periode 2014-2019. 

"PDIP berani mengusung kadernya yang bukan ketua umum. PDI Perjuangan adalah satu-satunya yang melakukan itu," tegas Eriko.

Sementara itu, anggota panitia pengarah rakornas, Darmadi, mengatakan data yang ada menunjukkan dari sekitar 59,7 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hanya sekitar 30 persen yang memiliki daya saing. Banyak pelaku UMKM yang usia hidupnya rendah dan bangkrut dalam waktu singkat.

Dalam rakornas, lanjutnya, akan ditampilkan 1.000 model ekonomi kerakyatan yang bisa menjadi contoh bagi kader untuk dikembangkan di daerah masing-masing.

"Kita harap itu bisa dikembangkan lagi, sehingga daya saingnya bisa tinggi. Ini sesuai Nawacita Presiden Jokowi, supaya daya saing bisa ditingkatkan," kata Darmadi.

Sedangkan anggota Litbang PDI Perjuangan, Harris Turino Kurniawan menyatakan sesuai amanat Presiden Jokowi, petani harus sejahtera. Oleh karena itu, petani tak bisa dibiarkan bersaing secara individu dengan perusahaan besar, sehingga harus ada sesuatu yang menaungi mereka. PDIP menjawab persoalan tersebut dengan membentuk koperasi yang menaungi UMKM. Koperasi itu diharapkan kelak bisa bersaing dengan perusahaan besar.

Gagasan tersebut diilhami pembentukan Koperasi Fonterra di Selandia Baru yang beranggotakan sekitar 10.000 petani pemerah susu. "Kalau sendiri-sendiri, tentu tak akan mampu bersaing. Kalau dikasih satu wadah, mereka bisa bersaing. Sekarang Fonterra adalah produsen susu besar di dunia," katanya.

"PDI Perjuangan ingin mendorong pembentukan koperasi yang menaungi petani kecil, sehingga bisa memproduksi, mengemas, hingga memiliki akses pasar yang baik. Sudah ada koperasinya. Baru-baru ini dibentuk Koperasi Mitra Sarana Pembangunan, yang tentu semangatnya gotong royong sesuai pernyataan Presiden Jokowi di acara pembukaan rakornas," katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT