Sejumlah warga  berada disekitar rumahnya yang  terkena banjir lahar dingin sisa  erupsi Gunung Gamalama di Ternate,  akibat  banjir lahar dingin yang yang membawa material letusan Gunung Gamalama  pada Rabu (28/12) menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah warga serta sepuluh  rumah hanyut  ( 29/12/11). FOTO : ANTARA/Acep.
Banjir lahar itu lebih besar dibandingkan banjir pascaletusan Gunung Gamalama.

Menyusul terjadinya banjir bandang bermaterial lahar dingin yang menghantam tiga wilayah di aliran Sungai Tubo, Ternate, dinihari ini, BPBD Provinsi Maluku masih melakukan evakuasi warga. Status Gunung Gamalama pun disebutkan masih berada di level II (Waspada).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, hari ini. Menurut Sutopo, lahar dingin yang mengaliri Sungai Tubo hingga Dufa-Dufa tersebut mengakibatkan 3 korban tewas, 5 hilang, 2 luka-luka, dan 20 rumah rusak.

Banjir lahar tersebut, Sutopo menilai, lebih besar dibandingkan banjir serupa yang terjadi pada 27 Desember 2011, pascaletusan Gunung Gamalama.

"Lahar yang dibawa banjir pada Rabu dinihari tersebut merupakan sisa letusan gunung yang terjadi akhir Desember. Sisa itu selama ini tertahan di puncak dan lereng gunung," tuturnya.

Sedangkan terkait bantuan bagi korban banjir lahar dingin dan hal lain terkait penanganan bencana, Sutopo mengatakan, bisa menghubungi Ka BPBD Maluku Utara Arif di 08525621800 atau Ka BPBD Jota Ternate Hasyim Yusuf di 081340052643.  

Penulis:

Sumber:BNPB