Setelah Golkar, PKPI Cabut Dukungan Cagub Petahana Sumut Erry

Setelah Golkar, PKPI Cabut Dukungan Cagub Petahana Sumut Erry
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi ( Foto: istimewa )
Arnold H Sianturi / WBP Jumat, 5 Januari 2018 | 15:41 WIB

Medan - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) semakin menghangat. Setelah Golkar mencabut dukungan calon gubernur (cagub) petahana, Tengku Erry Nuradi, kini giliran Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan hal serupa.

Penarikan dukungan PKPI itu terungkap berdasarkan SK Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Nomor: 001/ KEP/ DPN PKP I D/ I/ 2018, yang ditandatangani Ketua Umum AM Hendropriyono dan Sekjen PKPI Imam Anshori Saleh, tertanggal 4 Januari 2018. Dalam SK resmi yang dilengkapi materai Rp 6.000 itu, PKPI memberikan dukungan terhadap Jopinus Ramli (JR) Saragih. Bupati Simalungun sekaligus Ketua Partai Demokrat Sumut itu berpasangan dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumut, Ance Selian. Sebagai gambaran, Demokrat memiliki 14 kursi, PKPI 3 kursi dan PKB ada 3 kursi di DPRD Sumut.

Ketua PKPI Sumut, Juliski Simorangkir membenarkan keabsahan surat keputusan DPN PKPI untuk mendukung calon gubernur JR Saragih dan calon wakil gubernur Ance Selian. "Pasangan ini merupakan kuda hitam dalam pesta demokrasi yang digelar serentak di daerah tersebut," kata dia, Jumat (5/1).

Ketua PKB Sumut, Ance Selian menyampaikan, ada tiga partai pendukung dalam mengusung pasangan cagub dan wacagub tersebut. Ketiga partai itu adalah Demokrat, PKB dan PKPI. Dengan dukungan ketiga partai ini, maka pasangan JR Saragih dan Ance Selian memenuhi persyaratan maju dalam bursa Pilgub Sumut.

Sementara Tengku Erry Nuradi yang merupakan Ketua Partai Nasdem Sumut itu semakin sulit bertarun di Pilgub Sumut. "Bila Hanura mendukung pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah seperti kabar yang sudah ditetapkan, maka Erry dipastikan tidak bisa memenuhi persyaratan pencalonan 20 persen. Wajar jika panik," ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia, Gandi Parapat, Jumat (5/1).

Sementara Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP) kata Gandi masih dalam posisi lebih beruntung ketimbang Erry Nuradi. Sebab, jika PPP yang memiliki 4 kursi di DPRD Sumut itu memberikan dukungan kepada Djarot, maka mantan Gubernur DKI itu akan memenuhi persyaratan. Pasalnya, PDIP memiliki 16 kursi di DPRD Sumut.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE