Golkar Usung Rai Mantra di Pilkada Bali 2018

Golkar Usung Rai Mantra di Pilkada Bali 2018
Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta ( Foto: AFP Photo/Sonny Tumbelaka )
I Nyoman Mardika / YUD Sabtu, 6 Januari 2018 | 07:56 WIB

Denpasar – DPP Golkar secara resmi mengusung Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra yang kini menjabat Wali kota Denpasar untuk maju dalam pilgub Bali 2018 setelah rekomendasi diserahkan Ketua Umum DPP Golkar Ketua Umum Airlangga Hartarto yang berlangsung Jumat (5/1) di Jakarta yang diterima Rai Mantra dan Ketut Sudikerta.

Sebelumnya dua partai politik yakni Nasdem dan Gerindra melalui pengurus DPP mereka juga mengeluarkan rekomendasi mencalonkan Rai Mantra-Ketut Sudikerta untuk bertarung dalam Pilgub Bali. Mereka bergabung dengan Golkar dan PKS untuk membentuk Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang sudah dideklarasikan sebelumnya di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.

Yang menarik dalam rekomendasi Golkar ini ada putusan kalau Rai Mantra dipaketkan dengan Ketut Sudikerta, padahal sebelumnya Sudikerta yang juga Ketua DPD Golkar Bali sempat mendapat rekomendasi dari Ketum Golkar sebelumnya yakni Setya Novanto. Sudikerta sendiri berlapang dada rekomendasinya sebagai calon gubernur dicabut, dan berganti menjadi calon wakil gubernur dari partai beringin.

“Keputusan Tim Pilkada partai melalui ketua umum menugaskan saya sebagai wakil gubernur Bali melanjutkan pembangunan Bali kedepan. Saya menerima dengan lapang dada penugasan yang diberikan oleh partai demi masyarakat Bali,” ujar Sudikerta.

Sebelum penyerahan rekomendasi baru, Sudikerta sebetulnya sudah meminta agar penugasan sebagai calon gubernur Bali diberikan kepada tiga nama. Yakni, Gde Sumarjaya Linggih atau Demer, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi), atau I Wayan Geredeg. Namun, DPP justru menegaskan jika dirinya tidak boleh melempar penugasan itu kepada kader yang lain. Kalau tidak, sama saja dengan melanggar AD/ART partai dan wajib dikenakan sanksi.

“Sanksi tentu pemecatan. Persoalannya kalau saya dipecat, saya indisipliner seperti itu, saya tidak memiliki etika, moral, dan tidak menunjukkan loyalitas saya kepada partai. Sehingga saya berfikir, merenung, apapun yang menjadi penugasan partai untuk tetap selalu patuh, tunduk dan setia dalam menjalankan tugas-tugas tersebut,” imbuh Wakil Gubernur Bali ini.

Menurut Sudikerta, keluarga pun awalnya prihatin dan sedih saat mengetahui dirinya akan dicalonkan sebagai wakil gubernur atau bukan gubernur seperti rekomendasi awal. Akan tetapi, keluarga lantas menyerahkan penuh kepada dirinya untuk memutuskan yang terbaik. Utamanya untuk tetap bisa melakukan pengabdian membangun daerah Bali.

“Sebagai kader partai kami sangat berkomitmen menjalankan soliditas partai, menjalankan amanah partai dan juga taat dan tunduk pada aturan partai,” tandas Sudikerta yng mantan Wakil Bupati Badung ini.

Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, paket Mantra-Kerta adalah pasangan calon yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Bali. Hal ini berdasarkan hasil serapan partai di lapangan.

“Pasangan ini diyakini mampu mewujudkan pelestarian dan peningkatan kualitas budaya Bali yang adiluhung serta dengan pengalaman dan kerja kerasnya selama ini diyakini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,” ujarnya.

Menurut Sugawa Korry, mulai Sabtu (6/1) ini, Tim Koalisi Rakyat Bali (KRB) akan bergerak cepat untuk konsolidasi tim. Termasuk konsolidasi seluruh jajaran kader Partai Golkar sampai dengan akar rumput, mulai dari Fraksi di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/kota.

Selain rekomendasi untuk Pilgub Bali, DPP juga menyerahkan rekomendasi untuk calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Klungkung dan Gianyar. Yakni, paket Suwasta (I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta) untuk Pilkada Klungkung dan paket Tjokorda Raka Kerthyasa – Pande Istri Maharani (Kerta-Maha) untuk Pilkada Gianyar yang diusung Partai Golkar.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE