3 Anggota Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia Ditembak Mati

3 Anggota Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia Ditembak Mati
Ilustrasi sabu-sabu. ( Foto: Antara/Jojon )
Arnold H Sianturi / WBP Sabtu, 6 Januari 2018 | 09:09 WIB

Medan - Polda Sumut menembak lima anggota sindikat narkoba jaringan internasional Malaysia di Jalan Bunga Sakura, Tanjung Selamat kawasan Sunggal dan Jalan Asia Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/1). Tiga di antaranya tewas. Adapun barang bukti narkoba yang disita 15 kilogram (Kg) sabu-sabu, tujuh buku tabungan bank, handphone dan satu unit sepeda motor.

Ketiga anggota sindikat yang tewas itu adalah Chin Yoon Fah alias Acin (57) warga negara Malaysia, Joni alias Aguan (47) warga Jl Bajak V Mariendal dan Tan Siong Tiong alias Tiong (45) warga Binjai. Dua tersangka yang mengalami luka tembak adalah Azhari (35) dan Susanto alias Santo (37). "Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Sindikat narkoba Malaysia ini mempunyai banyak jaringan. Kami masih berada di lapangan untuk menuntaskan jaringan ini," ujar seorang perwira polisi unit narkoba Polda Sumut.

Petugas yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, jaringan narkoba internasional itu diungkap polisi berdasarkan informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan menangkap Azhari di Jl Bunga Sakura Medan.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 4 kg sabu-sabu yang dikemas dalam bungkusan teh China, 2 unit handphone, buku rekening bank dan sepeda motor. Petugas kemudian melakukan pengembangan ke sebuah rumah di Jl Asia Medan. "Saat dilakukan penangkapan, mereka berusaha menyerang petugas. Upaya itu mereka lakukan saat mencoba melarikan diri. Petugas akhirnya melepaskan tembakan terukur. Dua tersangka masih hidup ditembak di kaki," katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendrik Marpaung, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan anggota sindikat narkoba jaringan internasional tersebut. "Kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan lebih besarnya," kata dia.



Sumber: Suara Pembaruan