Helmi Hasan Batal Calonkan Diri di Pilwalkot Bengkulu

Helmi Hasan Batal Calonkan Diri di Pilwalkot Bengkulu
Ilustrasi pilkada. ( Foto: Beritasatu.com )
Usmin / JAS Senin, 8 Januari 2018 | 08:48 WIB

Bengkulu - Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan yang juga Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, batal kembali mencalon wali kota berpasangan Dedy Wahyudi kader Gerindra pada pilwakot yang akan digelar pada Juni 2018 mendatang.

Ketua DPC PAN Kota Bengkulu, Mardiyanti, di Bengkulu, Minggu (6/1), tidak membantah hal tersebut. "Helmi Hasan dipastikan tidak jadi mencalon wali kota pada pilwakot Juni 2018 dan dia sudah pamit kepada seluruh kader PAN di Bengkulu," ujarnya.

Ia mengatakan, pengunduran diri Helmi Hasan sebagai balon wali kota rencana berpasangan dengan Dedy Wahyudi sangat mengejutkan banyak pihak di daerah ini. Kejadian ini juga mengubah konstalasi politik di Kota Bengkulu menjelang pilkada serentak Juni mendatang.

Helmi mengundurkan dari sebagai balon Wali Kota Bengkulu, karena ingin mengikuti konstestasi pilgub di Lampung sebagai wakil gubernur mendampingi Ridho Ficardo. Wacana Helmi akan mengikuti Pilgub Lampung, sudah santer sejak beberapa bulan lalu.

Namun, sebagian pihak di Bengkulu, tidak yakin Helmi ikut Pilgub Lampung karena peluang untuk kembali terpilih pada Pilwakot Juni mendatang sangat besar.

Wacana tersebut ternyata benar. Helmi Hasan yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Wali Kota Bengkulu pada akhir Januari mendatang, hampir dipastikan akan mencalon sebagai cawagub Provinsi Lampung mendampingi calon petahana, Ridho Fikardo.

Dengan batalnya Helmi kembali mencalon Wali Kota Bengkulu, maka deklarasi pasangan balon wali kota yang diusung PAN ditunda, karena Ketua DPW PAN, Helmi Hasan masih berada di Jakarta.

"Deklarasi pasangan balon wali kota yang diusung PAN akan ditunda beberapa hari ke depan menunggu keputusan DPP menunjuk siapa sebagai calon wali kota penggantikan Helmi Hasan. Padahal, SK dukungan untuk Helmi dan pasanganya maju di pilwakot Bengkulu, akan ditandatangani pekan ini," ujarnya.

Namun, karena Helmi akan maju di pilgub Lampung, maka penandatanganan SK dukungkan ditunda DPP sambil menunggu pengganti Helmi yang ditunjuk pengurus pusat.

Sementara itu, Panwil PAN Bengkulu, Benny Suharto membenarkan secara nasional Helmi Hasan diinginkan oleh incumbent Ridho mendampinginya di Pilgub Lampung.

Namun, keputusan serta kepastiannya saat ini PAN masih menghitung kalkulasi secara politik. "Saat ini keputusan itu masih kita kalkulasi secara politik, dan kita ada plan A dan plan B, plan A ada konsekuensi, plan B juga ada konsekuensinya. Semua berperan dan PAN bagaimana semaksimal mungkin mengakomodasi keinginan rakyat," ujarnya.

Benny menambahkan, potensi Helmi untuk menang di Pilgub Lampung maupun di Pilwalkot Bengkulu, sama-sama besar.
"Di Lampung potensinya luar biasa, daerahnya cukup luas, Kota Bengkulu juga demikian. Kita sebagai kader harus memikirkannya dengan baik," ujarnya.

Keputusan Helmi akan maju atau tidak di Bengkulu masih menjadi misteri. Sebab, sebelumnya saat pembukaan Rakerwil DPW PAN Provinsi Bengkulu, Sabtu (5/1), Ketum PAN, Zulkifli Hasan mengisyaratkan Helmi maju kembali sebagai balon Wali Kota Bengkulu.

"Kalau memang masih diinginkan masyarakat di Kota Bengkulu, Helmi tetap maju di Pilwalkot Bengkulu," ujar Ketua MPR ini. Namun pada Minggu (7/1), dari pesan singkat yang beredar di aplikasi WA, Helmi Hasan SE menyatakan dirinya pamit pada masyarakat Bengkulu, dan akan maju di Pilkada Gubernur Lampung.

"Selamat tinggal Kota Bengkulu, maafkan saya untuk segala kekurangan dan kesalahan selama memimpin lima tahun ini. Semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang lebih baik lagi," kata pesan singkat di What's App (WA) Helmi Hasan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE