Tak Punya Tiket Pilgub, Gubernur Sumut Dapat Simpati Warga

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla perihal Pilkada serentak 2018 di kantor Wapres, Jakarta Pusat, 4 Januari 2018. (Istimewa)

Oleh: Arnold H Sianturi / HA | Jumat, 12 Januari 2018 | 02:53 WIB

Medan - Ratusan karangan bunga dari masyarakat, relawan maupun pendukung Gubernur Tengku Erry Nuradi "membanjiri" halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara hingga keluar Jl Diponegoro Medan, Sumatera Utara Sumut), Kamis (11/1).

Papan karangan bunga itu disampaikan masyarakat sebagai wujud dukungan terhadap Erry yang tetap tegar meski tidak mendapatkan dukungan setelah sejumlah partai pengusung menarik dukungan mereka.

Papan karangan bunga itu dikirim oleh masyarakat yang mengatasnamakan Perwakilan Masyarakat Medan Area, ibu-ibu dari siswa Hikmatul Fadhillah, perwakilan masyarakat Pulo Brayan, masyarakat Tanjung Sari dan juga perkumpulan dari anak Medan.

Adapun petikan dari kalimat di papan bunga itu antara lain, "Kami Selalu di Hatimu dan Mencintaimu Bapak Tengku Erry Nuradi. Dari Ibu-ibu Siswa Hikmatul Fadhillah. Devi Susanti".

Selanjutnya ada juga yang bertuliskan "Kami Cinta Dan Bangga dengan Paten", "Kami Cinta Gubernur Sumut Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si dari Perwakilan Masyarakat Medan Helvetia" dan "Tetap Tegar Pemimpinku, Kami Tetap Mengingat dan Mengenang Jasamu"

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Sumut, Ilyas Sitorus mengatakan, karangan bunga dari masyarakat sudah mulai berdatangan sejak Rabu (10/1) malam.

"Jumlah papan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi terhadap gubernur itu semakin bertambah banyak di pagi hari, siang sampai sore hari. Karangan bunga itu merupakan inisiatif dari masyarakat yang mengirim langsung," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada larangan terhadap masyarakat, pendukung maupun relawan dalam mengirim karangan bunga sebagai wujud terimakasih kepada Gubernur Sumut.

"Silakan mengirim asalkan tetap menjunjung bahasa yang santun. Kalau untuk tempat untuk meletakkan papan bunga sudah penuh di halaman kantor gubernur dan tidak mencukupi lagi. Saat ini, papan bunga juga banyak di pinggiran jalan," jelasnya.

Kontras
Belakangan ini, wajah Gubernur Erry terlihat masih kusut saat tampil di hadapan khalayak ramai. Namun, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem tersebut tetap berusaha tegar meski dirinya gagal untuk maju sebagai petahana di pemilihan gubernur.

Suami Evi Diana Sitorus itu dengan mengenakan seragam Nasdem turut mengantarkan pasangan Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (Eramas) saat berangkat dari rumah pemenangan di Jl Ahmad Rivai Medan menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut di Jl Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (8/1) kemarin.

"Kita bersama masyarakat pendukung sudah berusaha, dan kenyataan seperti yang kita lihat. Syarat minimal tidak bisa didapatkan. Sehingga, kita semua harus bisa realistis untuk kondisi ini. Kita harus bisa ikhlas dan legawa," katanya.

Meski berusaha terlihat tegar, Erry yang juga mantan bupati Serdang Bedagai (Sergai) tersebut, juga seakan menyimpan pil pahit atas kegagalannya maju dalam konstelasi di Pilgub Sumut. Sebab, Erry dinilai sebagai lawan paling berat pasangan Eramas untuk bisa dikalahkan.

Wajah muram Erry yang tak bisa disembunyikannya itu dinilai masyarakat kontras dengan ekspresi dirinya saat menerima deklarasi dukungan sebagai calon gubernur yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, di Lapangan Merdeka Medan, beberapa waktu lalu.

Erry yang dipasangkan dengan Ngogesa Sitepu pada awalnya mendapatkan dukungan dari Golkar (17 kursi), Nasdem (5), PKB (3 kursi), dan PKPI (3 kursi).

Surya Paloh sempat mengancam akan melengserkan Erry dari jabatan sebagai Gubernur Sumut jika tidak mampu membawa perubahan kemajuan dalam pembangunan di provinsinya.

Janji itu dikemukakan Surya Paloh di hadapan ribuan massa saat deklarasi dukungan Partai Nasdem kepada pasangan calon gubernur Tengku Erry Nuradi - Ngogesa Sitepu di Lapangan Merdeka Jl Pulau Pinang Medan, 12 November 2017 lalu.

Surya Paloh menegaskan, masyarakat Sumut akan marah kepada Erry Nuradi bila bekerja tidak baik saat menduduki jabatan Gubernur Sumut. Surya mengancam akan terlebih dahulu menendang Gubernur Sumut sebelum masyarakat.

"Bapak Presiden pernah bertanya kepada saya menyangkut siapa yang akan diusung Nasdem di Sumut. Saya bilang Tengku Erry. Kata Presiden, Erry Nuradi bagus orangnya. Salam Bapak Presiden buat kita semua di sini," katanya.

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT