Korban Gempa Tasikmalaya Dapatkan Bantuan Semen

Korban Gempa Tasikmalaya Dapatkan Bantuan Semen
Ilustrasi semen. ( Foto: Antara )
/ YUD Jumat, 12 Januari 2018 | 19:16 WIB

Tasikmalaya - Lembaga sosial Rumah Zakat menyalurkan program bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank DKI berupa dua ribu sak semen untuk memperbaiki bangunan rumah warga korban terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Bank DKI telah menjalankan bisnisnya pada triple bottom line dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungannya, semoga keberadaan kita bisa bermanfaat untuk banyak orang," kata Coorporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah kepada wartawan di Tasikmalaya, Jumat (12/1).

Ia menuturkan, penyaluran bantuan CSR tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perbankan untuk merevitalisasi bangunan, sarana dan prasarana yang terdampak bencana gempa.

"Berharap agar bantuan yang diterima oleh warga bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi mereka," katanya.

Direktur Penggalangan Dana Rumah Zakat, Asep Nurdin mengatakan, ada tiga kecamatan yang mendapat bantuan yaitu Salawu, Cigalontang dan Sukaratu.

Selanjutnya, kata dia, para camat dan kepala desa menentukan pemberian bantuan bagi korban gempa sehingga dapat tepat sasaran.

"Hasil koordinasi dengan BPBD, semuanya dihitung rusak padahal ada yang hanya genteng saja rusak, ini perlu koordinasi dengan camat dan kades," katanya.

Ia menyampaikan, bantuan itu difokuskan terlebih dahulu untuk perbaikan fasilitas umum di daerah terdampak gempa bumi.

"Jadi semen diperuntukan terutama bagi fasilitas umum seperti madrasah, sekolah, tempat ibadah. Nanti setelah itu lihat warga yang rumahnya butuh," katanya.

Camat Cigalontang, Subari mengatakan, daerah terdapat 16 desa yang terdampak gempa yakni 700 unit terdiri dari rumah, masjid dan bangunan sekolah.

"Setelah diverifikasi yang terdampak rusak ringan 122 unit, rusak sedang 16 dan rusak berat lima, mudah-mudahan bantuan bermanfaat buat yang rusak berat bisa bangun kembali," katanya.



Sumber: ANTARA