Golkar: Presidential Threshold Dorong Koalisi Permanen

Tubagus Ace Hasan Syadzily (istimewa)

Oleh: Robertus Wardi / YUD | Jumat, 12 Januari 2018 | 19:36 WIB

Jakarta - Partai Golkar (PG) menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan gugatan terhadap aturan ambang batas pencalon presiden dan wakil presiden atau yang biasa disebut presidential threshold (Pres-T). Dengan putusan tersebut, sudah terang-benderang bahwa Pres-T tidak bertentangan dengan UUD 1945.

‎"Semua pihak harus menghormati. Tidak ada lagi perdebatan mengenai masalah itu. Sekarang tinggal dijalankan," kata Wakil Sekjen PG Tubagus Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Jumat (12/1).

Ia menjelaskan dengan lahirnya putusan MK tersebut ‎maka sudah waktunya partai-partai membangun koalisi permanen. Partai politik sudah harus mencari teman yang bisa diajak untuk berkoalisi pada Pemilu 2019 mendatang. Termasuk menentukan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) lebih awal.

"Seperti kami (Golkar), capres sudah diumumkan yaitu Joko Widodo. Yang lain mestinya sudah bisa mengumumkan karena konfigurasi koalisi sudah bisa terbentuk dari sekarang," kata Ace yang juga anggota Komisi II DPR ini.

Menurutnya, Golkar sependapat dengan pandangan MK bahwa Pres-T untuk memperkuat sistem presidensial yang dianut bangsa ini. Dalam sistem tersebut, jumlah partai politik tidak terlalu banyak. Berbeda dengan sistem parlementer yang multi partai.

"Penyederhaan dilakukan dengan aturan Pres-T. Supaya pemerintahan lebih efektif," ujar Ace.

Dia menambahkan Golkar akan membangun koalisi permanen dengan partai-partai yang mengusung kembali Jokowi untuk periode kedua. Hal itu ditunjang oleh fakta PG yang tidak bisa mencalonkan sendiri Capres ataupun Cawapres karena tidak mencapai angka Pres-T.

Sebagaimana diketahui, dalam UU Pemilu menyebutkan parpol hanya bisa mengajukan Capres jika meraih 20 persen kursi di DPR atau meraih 25 persen suara secara nasional pada pemilu 2014 lalu. Aturan ini yang disebut Pres-T.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT