Sukhoi Superjet 100
Sinyal dari pesawat buatan Rusia itu tidak tertangkap oleh Local User Terminal (LUT) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Hal itu diutarakan Ketua SAR Nasional Ketut Parwa di Posko Taman Nasional, Gunung Halimu, Cidahu, Sukabumi, Kamis (10/5) dini hari.

"Tidak ada sinyal dari Emergency Locater Transmitter (ELT) dari Sukhoi Superjet yang seharusnya ditangkap LUT saat keadaan darurat," papar Ketut.

Padahal, menurut dia, pancaran sinar ELT tidak mungkin habis dalam waktu cepat karena durasi ketahanan baterai cukup untuk satu minggu.

Lebih lanjut, Ketut Parwa mengatakan, lokasi Sukhoi hilang kontak saat melintas di Kawahratu, Gunung Salak pada koordinat 064308.S 10f4315.E

"Walau hilang kontak di Kawahratu, namun belum tentu pesawat jatuh di sini. Meskipun itu yang paling memungkinkan," kata Ketut.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 semula akan menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi saat meninggalkan Lanud di Halim Perdana Kusuma Jakarta. Entah kenapa, pesawat mengambil arah Tenjolaya Bogor untuk menuju Sukabumi.

Ketut memprediksikan pesawat saat ini sudah mendarat karena bahan bakar hanya cukup untuk 4 jam pernebangan.

"Ada dugaan pesawat tidak langsung terjerembab langsung ke tanah tapi ini kemungkinan nyungsep sehingga warga tidak mendengar suara ledakan."

Sejauh ini, data dari Badan SAR Nasional menyatakan daftar yang menumpang
30 warga negara Indonesia dan 16 warga negara asing.

Penulis: