Sudirman: Biaya Pencalonan Itu Bukan Mahar, tetapi Saweran

Sudirman: Biaya Pencalonan Itu Bukan Mahar, tetapi Saweran
Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Sudirman Said dan Ida Fauziah, berjalan saat hendak mendaftar Pilgub Jateng 2018, ke KPU Jateng, Rabu, 10 Januari 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JAS Sabtu, 13 Januari 2018 | 14:49 WIB

Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menepis kabar soal adanya mahar yang disebut-sebut diminta parpol demi mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam pilkada.

"Saya bersyukur dapat berpartisipasi dalam Pilkada Jateng ini dengan proses yang berkualitas. Semua Parpol pengusung bicaranya idealisme dan visi membangun Jateng dan membangun bangsa. Tidak ada satupun parpol pengusung bicara uang, apalagi mahar," tegas Sudirman Said, Sabtu (13/1) di sela-sela pemeriksaan kesehatan di RSUP dr Kariadi, Semarang.

Sudirman Said dan Ida Fauziah diusung koalisi Gerindra, PAN, PKS, dan PKB.

Namun demikian, dia mengakui, dalam proses ke mengikuti Pilkada, ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan oleh kandidat, yang tidak mungkin dibebankan kepada partai pengusung, seperti biaya kampanye, saksi, dan biaya operasional tim pemenangan.

"Saya mendiskusikan itu dengan masing-masing partai politik pengusung. Tetapi sama sekali tidak ada pembicaraan tentang mahar,” tegasnya.

Kepada partai pengusungnya, Sudirman menyatakan, dia bukanlah orang yang memiliki kecukupan finansial untuk membiaya pencalonannya dalam Pilkada. Namun dia mengetuk hati para pendukungnya yang tulus ikhlas.

“Alhamdulillah saya bisa berproses sejauh ini karena dukungan dan bantuan dari sahabat dan kolega yang ikhlas membantu saya, baik moril maupun materil. Jadi adanya saweran bukan mahar,” tukasnya.

“Jumlah yang menyumbang banyak, jadi semacam saweran dari banyak orang," ungkapnya lagi.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE