Tangani Gizi Buruk di Asmat, Kemkes Gandeng TNI dan Polda Papua

Tangani Gizi Buruk di Asmat, Kemkes Gandeng TNI dan Polda Papua
Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek saat memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, 7 April 2015. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Dina Manafe / WBP Rabu, 17 Januari 2018 | 13:52 WIB

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemkes) menggandeng TNI dan Polda Papua untuk menangani kasus gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Kerja sama itu penting mengingat masalah tersebut merupakan kejadian luar biasa (KLB).

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Moeloek mengatakan kerja sama tersebut merupakan integrasi pemerintah dalam upaya pengendalian KLB gizi buruk dan campak. Pemerintah akan menyinergikan seluruh daya untuk mengatasi masalah kesehatan di Asmat sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. “Semoga dengan kerja sama ini dapat mempermudah upaya pengendalian dan menekan jumlah penderita gizi buruk dan campak,” kata Nila dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/1).

Kemkes, kata Nila, telah mengirim 39 tenaga kesehatan dengan 11 di antaranya dokter spesialis, yakni 1 dokter spesialis bedah, spesialis kulit kelamin, spesialis anestesi, spesialis obgyn (kandungan), dan spesialis gizi klinik, 3 dokter spesialis anak, 3 dokter spesialis penyakit dalam, dan 4 dokter umum. Selain itu, 3 perawat bedah dan 2 penata anestesi. Tenaga kesehatan lainnya, yakni tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, dan surveilans.

Kemkes pun mengirimkan makanan tambahan (PMT) untuk balita kurus dan PMT ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 22 dus PMT balita dan 30 dus PMT ibu hamil. Jumlah PMT akan ditambah dengan PMT yang ada di gudang Jayapura dan pengangkutan akan dilakukan bersama rombongan tim TNI dan sipil terkait penanganan kasus ini.

Sementara TNI telah mengirimkan 53 personel tim medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI yang terdiri dari dokter spesialis dan paramedis. Di samping itu juga dikirimkan obat-obatan sesuai kebutuhan dengan prioritas vaksin campak dan difteri serta alat kesehatan (alkes). Satgas Kesehatan TNI juga membawa logistik berupa bahan makanan siap saji sebanyak 11.100 pak.

Sedangkan Polda Papua menerjunkan tenaga medis, memberi bantuan berupa bahan makanan dan sandang. Tim dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Papua. “Adanya bantuan dari Polda ini diharapkan bisa melakukan pemetaan daerah-daerah yang mengalami krisis kesehatan,” ucap Nila.

Selain itu kata dia, bisa mengkoordinir kegiatan tim selama di Kabupaten Asmat khususnya penyediaan transportasi laut.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE