Harga Beras di Bondowoso Masih Tinggi

Harga Beras di Bondowoso Masih Tinggi
Ilustrasi. ( Foto: Dok BSMH )
/ WBP Jumat, 19 Januari 2018 | 16:21 WIB

Bondowoso- Operasi pasar yang dilakukan Bulog Sub-Divre Bondowoso, Jawa Timur, untuk menekan harga beras sejauh ini belum memberi pengaruh karena harga beras masih cukup tinggi.

"Bulog bersama dinas terkait akan terus melakukan stabilisasi harga beras medium lewat operasi pasar hingga harga beras stabil (turun harga)," ujar Kepala Sub-Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Bondowoso Adhekan di Bobdowoso, Jumat (19/1).

Selama ini, lanjut dia, operasi pasar telah dilakukan di dua wilayah kerja Bulog, yakni Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Bulog juga bekerja sama dengan distributor beras dan mitra kerja untuk menjual beras medium kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasaran.

Ia menyebutkan, beras medium yang dijual dalam operasi pasar maupun yang dikerjasamakan dengan distributor di bawah harga eceran tertinggi, yakni Rp 9.350 per kilogram. "Ada sekitar 3.000 ton beras medium yang digelontorkan oleh Bulog untuk operasi pasar di dua kabupaten, jumlah tersebut akan ditambah sampai harga beras mampu ditekan menjadi stabil," katanya.

Adhekan menambahkan, tingginya harga beras karena berkurangnya gabah di tingkat petani yang belum memasuki masa panen dan banyak petani yang gagal panen. "Jika dalam satu hektare tanaman padi berpotensi memperoleh gabah enam ton, namun saat ini hanya berkisar empat hingga hampir lima ton saja," ujarnya.

Sementara Rosi, salah seorang pemilik toko pengecer di Kecamatan Tamanan, Bondowoso, menyampaikan bahwa beras di tokonya masih cukup. Dia menjual dengan harga Rp 10.500 per kilogram untuk kualitas medium atau biasa, sedangkan untuk kualitas super harga tertinggi mencapai Rp 12.700 per kilogram. "Karena kami belinya agak mahal, jadi tetap kami jual beras medium Rp 10.500 per kilogramnya," katanya.



Sumber: ANTARA
CLOSE