Jepang Siapkan Proyek 2045 Sambut HUT ke-100 Tahun RI

Jepang Siapkan Proyek 2045 Sambut HUT ke-100 Tahun RI
Foto aerial pembangunan proyek jalur layang MRT di Kawasan Fatmawati, Jakarta, 2 Januari 2018. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Natasia Christy Wahyuni / WBP Minggu, 21 Januari 2018 | 07:25 WIB

Jakarta - Duta Besar Jepang untuk Indonesia (RI) Masafumi Ishii mengatakan hubungan diplomatik Indonesia - Jepang yang tahun ini berusia 60 tahun, akan terus berlanjut, bahkan sampai 100 tahun ke depan. Menandai 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Jepang tahun ini menyiapkan proyek yang disebut “Proyek 2045”, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-100 tahun 2045.

“Satu proyek, yang kami punya tahun ini adalah proyek yang disebut ‘Proyek 2045’, bertepatan dengan kemerdekaan ke-100 Indonesia. Kami akan membuat proyeksi Indonesia pada 2045 dan berdasarkan itu kami akan mencoba menandatangani sejumlah area baru kerja sama,” kata Ishii saat ditemui wartawan usai pembukaan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia di Hotel Indonesia Kempinsky, Sabtu (20/1) malam.

Ishii mengatakan “Proyek 2045” akan dilakukan Jepang bersama dengan Pemerintah Indonesia. “Lalu kami akan membuat laporan, jadi saya berharap ini bisa memperjelas arah masa depan dari kerja sama kita,” ujarnya.

Ishii mengaku optimistis bahwa 100 tahun ke depan, hubungan Jepang dan Indonesia akan tetap sama dan berlanjut, bahkan lebih cerah, melibatkan generasi lebih muda, dan lebih mendalam. “Kerja bersama, maju bersama, tetap berlanjut,” katanya.

Sementara utusan khusus presiden untuk Jepang, Rachmat Gobel, mengatakan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia merupakan fondasi kuat untuk menghadapi tantangan globalisasi di masa depan. Dia mengatakan Indonesia dan Jepang bisa bersinergi mengatasi isu-isu global saat ini. “Apalagi tema kita ke depan adalah globalisasi. Banyak sekali isu-isu yang kita lihat, tidak hanya di sektor ekonomi, tapi bagaimana kita bersama Jepang bisa mengatasi food crisis atau energy crisis,” kata Rachmat.

Menurutnya, baik Jepang maupun Indonesia sama-sama memiliki potensi besar. “Kita bisa mengembangkan teknologi bersama. Indonesia punya lahan besar, dan pasar besar. Jepang punya teknologi dan sumber daya manusia berkualitas. Kalau kita sinergikan, mungkin bisa memberikan solusi konkret tidak hanya bagi Indonesia dan Jepang, tapi bagi dunia,” ucap Rachmat.

Di Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Jepang memberikan pinjaman untuk tiga proyek besar dan strategis Indonesia, yaitu mass rapid transit (MRT), Pelabuhan Patimban, dan kereta api cepat Jakarta-Surabaya dengan waktu tempuh hanya 5,5 jam. “Tahun 2018-2019 Pelabuhan Patimban selesai, tahun 2018 MRT selesai, lalu kereta Jakarta-Surabaya mungkin mulai 2018 atau paling lambat 2019, sehingga dalam waktu 2-3 tahun semuanya selesai dan ada suatu value baru bagi Indonesia,” kata Budi.



Sumber: Suara Pembaruan