Pernyataan Ketua MPR Soal 5 Fraksi Setujui LGBT Tidak Benar

Pernyataan Ketua MPR Soal 5 Fraksi Setujui LGBT Tidak Benar
Wakil Ketua Badan Legislasi Firman Subagyo (kanan) menyerahkan laporan kepada pimpinan sidang paripurna DPR Agus Hermanto (kedua kiri), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fadli Zon (kanan) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 13 September 2017. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Yustinus Paat / YUD Minggu, 21 Januari 2018 | 20:05 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Subagyo mengungkapkan bahwa pernyataan Ketua MPR Zulfikli Hasan soal pembahasan RUU tentang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak benar. Firman membantah bahwa DPR sedang membahas RUU LGBT.

Sebagaimana diberitakan, Ketua MPR Zulfikli Hasan mengatakan bahwa ada 5 fraksi yang setuju dengan RUU LGBT. Namun, Zulfikli enggan menyebutkan lima fraksi tersebut.

"Apa yang disampaikan Ketua MPR tersebut tidak benar karena sampai sekarang DPR RI belum pernah membahas RUU tersebut bahkan hampir semua fraksi menolak RUU LGBT untuk dimasukkan dalam daftar prolegnas baik prolegnas prioritas maupun prolegnas jangka menengah," ujar Firman di Jakarta, Minggu (21/1).

Firman menegaskan bahwa DPR RI dalam memutuskan sebuah RUU sangat berhati-hati. Walaupun, kata dia ada desakan dari beberapa NGO/LSM yang pernah melakukan audensi di Baleg DPR RI tapi DPR belum bergeming atau merespon desakan itu.

"Baleg melihat bahwa RUU tentang LGBT sensitivitasnya tinggi apalagi Indonesia merupakan negara yang mayoritas muslim penduduknya dan tidak semudah itu meloloskan sebuah RUU yang akan membuat suasana gaduh," tandas dia.

Firman mengakui bahwa pernah ada keinginan dari NGO asing yang menawarkan untuk memberikan pendampingan dan masukan tentang RUU LGBT. Namun, Baleg, kata dia dengan tegas menolak.

"Pasalnya, dalam penyusunan RUU kami tidak bisa diintervensi oleh siapapun dan dari negara manapun," kata dia.

Agar pernyataan Ketua MPR Zulfikli Hasan tidak meresahkan masyarakat, Firman menyampaikan ke publik bahwa DPR belum ada rencana pembahasan RUU LGBT apalagi dikatakan sudah ada 5 fraksi yang sudah menyentujui dengan tegas.

"Dan kami sampaikan, sama sekali belum ada karena semua RUU yang akan dibahas harus ada siapa pengusulnya dan ada Naskah Akademis dan draf RUU-nya dan harus masuk prolegnas jangka menengah dan prolegnas prioritas tahunan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com