KPK Dalami Kronologi Hilangnya Novanto

KPK Dalami Kronologi Hilangnya Novanto
Deisti Astriani Tagor. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / JAS Selasa, 23 Januari 2018 | 07:05 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kronologi hilangnya mantan Ketua DPR, Setya Novanto saat akan dijemput paksa tim penyidik pada 15 November 2017 lalu. Saat itu, Novanto tak berada di rumahnya ketika tim penyidik bersama pihak kepolisian akan menjemput paksa lantaran berulang kali mangkir dari pemeriksaan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pendalaman mengenai hal ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, Senin (22/1). Deisti diperiksa sebagai saksi kasus dugaan merintangi penyidikan perkara dugaan korupsi e-KTP yang menjerat pengacara Fredrich Yunadi.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan ini penting dilakukan lantaran saat proses jemput paksa itu, Deisti dan Fredrich sedang berada di rumah Novanto. Namun, Novanto sendiri dikabarkan sudah meninggalkan rumahnya sebelum tim penyidik tiba.

"Saat itu tim juga bertemu dengan istri SN (Setya Novanto). Tentu kami lakukan pemeriksaan untuk mencari tahu sejauh mana Deisti mengetahui keberadaan SN pada saat itu,” jelas Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/1) malam.

Untuk itu, tim penyidik menggali peran Deisti dalam kasus dugaan merintangi penyidikan proyek e-KTP yang juga telah menjerat dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutardjo ini.

“(Kita juga gali) informasi-informasi lain yang relevan dengan kasus ini,” jelas Febri.

Selain Deisti, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga memeriksa Fredrich sebagai tersangka. Tak hanya itu, tim penyidik juga memeriksa dokter RS Medika Permata Hijau, Glen S Dunda dan Dirut Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), dr Hafil Budianto serta pengacara Sandy Kurniawan yang diketahui anak buah Fredrich.

Selain mengenai kronologi hilangnya Novanto, dalam pemeriksaan terhadap Fredrich dan para saksi ini, tim penyidik juga mendalami mengenai proses medis Novanto. Diketahui, setelah menghilang saat akan dijemput paksa, mobil yang ditumpangi Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam. Novanto pun disebut dibawa ke RSMPH.

"Tadi ada beberapa saksi yang kami periksa untuk tersangka FY (Fredrich Yunadi), FY juga kami agendakan diperiksa untuk tersangka, termasuk Deisti tadi diagendakan pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka FY dan juga ada dokter yang tadi kami lakukan pemeriksaan, advokat juga dan ada pihak lain," ungkapnya.

"Intinya kami mendalami lebih lanjut apa yang terjadi pada 15 November dan 16 November 2017 tersebut dan juga tentu kami dalami proses medisnya seperti apa itu yang kami klarifikasi dalam pemeriksaan tersebut," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Fredrich dan Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Novanto. Keduanya diduga kongkalikong agar Novanto dapat dirawat di RSMPH untuk menghindari pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan