Longsor di Puncak, Satu Tewas, Satu Keluarga Masih Hilang

Longsor di Puncak, Satu Tewas, Satu Keluarga Masih Hilang
Satu alat berat dilibatkan dalam pencarian enam korban hilang saat terjadi longsor yang menimpa tiga rumah di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin 5 Februari 2018 ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Senin, 5 Februari 2018 | 19:05 WIB

Bogor - Pascalongsor di beberapa titik di Kabupaten Bogor menimbulkan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi longsor di Kecamatan Cisaru dan enam orang hilang tertimbun longsor di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebelumnya polisi mengatakan dua orang meninggal.

Berdasarkan laporan sementara, satu korban meninggal bernama Lilis (40). Ia merupakan pemilik warung di sekitar Masjid Atta'wun, Kecamatan Cisarua. Bersama Lilis, empat orang dilaporkan mengalami luka. Korban luka ringan yakni, Eneng (5), Fajril (3), Suhendar (30), dan satu orang kritis Fitria (38) mengalami patah tulang dan mata kaki retak.

"Dari empat orang luka tersebut, satu orang dilaporkan dalam keadaan kritis dan semua korban luka berada di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan, Cipanas untuk mendapatkan perawatan medis," papar Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky.

Saat ini sekitar 250 personil gabungan Polri, TNI dan BPBD masih melakukan pengerukan material longsor di area Riung Gunung.

Sementara, longsor juga menimpa tiga rumah warga di Kampung Maseng, RT 02/08, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kejadian ini mengakibatkan setidaknya tujuh korban, yakni Inggit (23 tahun), Anggi (20 tahun), Ihsan (12 tahun), Jana Als Dori (40 tahun), Enur (35 tahun), Asep Tajudin (40 tahun) dan Ilham (14 tahun). Mereka mengalami luka ringan sampai berat dan telah dibawa ke Puskesmas Caringin.

Dicky menjelaskan, masih ada setidaknya enam korban yang belum ditemukan. Di antaranya, Nani (30 tahun) dan sang suami, Asep (45 tahun) serta keempat anak mereka, yaitu Alan (17 tahun), Aurel (2 tahun), Aldi (8 tahun) dan Adit (9 tahun).

Saat ini, petugas belum bisa melakukan evakuasi korban mengingat lokasi longsoran yang membutuhkan penanganan alat berat. “Di sisi lain, tanah masih labil, jadi dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tambah Dicky.

Sampai saat ini, jajaran kepolisian bersama petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak terkait lain terus berupaya mendata korban sembari mengevakuasi korban yang belum ditemukan. Garis polisi sudah dipasang untuk mencegah masyarakat masuk ke area kejadian.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE